Jihan Su’ada dari SMAN 1 Lhokseumawe Raih Golden Ticket Fully Funded ke Sekolah Parlemen Nasional

 

Foto: Dokumen  Pribadi

Lhokseumawe, Sabtu (04/07/2026) Sastrapuna.com  Kisah inspiratif datang dari salah satu siswi SMAN 1 Lhokseumawe, Jihan Su’ada. Berkat ketekunan dan kreativitasnya, ia berhasil terpilih sebagai delegasi fully funded (pembiayaan penuh) untuk mengikuti program bergengsi Sekolah Parlemen Nasional dan Parliament Tour DPR RI di Jakarta, belum lama ini.

Pencapaian ini menjadi sangat istimewa mengingat perjuangan Jihan yang tidak instan. Pada tahun lalu, ia sempat mengikuti seleksi jalur reguler Sekolah Parlemen Nasional. Langkahnya saat itu harus terhenti di babak wawancara, setelah sebelumnya sukses melewati tahap administrasi, resume, dan tes tertulis. Namun, kegagalan tersebut justru menjadi bahan bakar bagi Jihan untuk terus bertumbuh.

Ia kemudian bangkit dan mengikuti Program Duta Pelajar Kreatif Indonesia. Lewat ajang tersebut, Jihan tidak hanya dinobatkan sebagai Winner Duta Pelajar Kreatif Indonesia, tetapi juga menyabet penghargaan The Most of Social Media. Prestasi gemilang inilah yang mengantarkannya meraih golden ticket menuju kursi delegasi Sekolah Parlemen Nasional tahun ini melalui jalur prestasi.

"Bagi saya, ini menjadi bukti bahwa setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan menemukan hasil terbaik pada waktunya," ujar Jihan penuh rasa syukur.

Kunci keberhasilan Jihan di ajang Duta Pelajar Kreatif terletak pada program inovatif yang ia usung bernama “SUADA” (Story, Unspoken, Aesthetic, Delivered with Art). Uniknya, nama tersebut diambil dari namanya sendiri yang dalam bahasa Islam bermakna kebahagiaan.

Melalui program SUADA, Jihan menciptakan karya puisi yang terinspirasi dari film-film yang ia tonton. Melalui sentuhan seni ini, ia ingin membuktikan bahwa film tidak sekadar menjadi hiburan visual, tetapi juga pemantik lahirnya karya sastra yang sarat akan nilai kehidupan. Perpaduan apik antara literasi, seni, kreativitas, dan optimalisasi media sosial inilah yang dinilai juri menjadi poin plus yang menonjol dari sosok Jihan.

Selama berada di Jakarta, Jihan bergabung dengan sekitar 150 peserta dari seluruh pelosok tanah air. Mereka dibagi ke dalam lima komisi simulasi, di mana Jihan ditempatkan di Komisi III Bidang Keuangan. Di sana, mereka ditantang untuk menyusun rancangan kebijakan dan melakukan simulasi rapat paripurna layaknya anggota parlemen sungguhan.

Tantangan terbesar yang dihadapi Jihan dan timnya adalah menyatukan berbagai isi kepala dan latar belakang daerah yang berbeda. Namun, berkat kolaborasi yang solid, Komisi III tempat Jihan bernaung sukses dinobatkan sebagai “Komisi Terbaik”.

"Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa kemenangan terbaik lahir dari kerja sama, bukan dari kehebatan satu orang saja," tuturnya.

Selain merasakan atmosfer sidang parlemen di Gedung DPR RI dan mengikuti kegiatan di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jihan juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan sejumlah tokoh penting. 

Di antaranya adalah Dr. Lia Istifhama, M.E.I. (Anggota DPD RI/MPR RI), Dr. H. Muhammad Khozin, M.A.P. (Anggota DPR RI), dan Yulla Indrianingtyas, S.IP., M.Si. (Kepala Biro Persidangan I Setjen DPD RI).

Melalui program ini, cara pandang Jihan terhadap dunia kepemudaan semakin terbuka lebar. "Saya semakin yakin bahwa generasi muda tidak harus menunggu dewasa untuk mulai berkontribusi. Dari ide, karya, hingga aksi nyata, semuanya bisa menjadi bentuk partisipasi dalam membangun Indonesia," tambahnya.

Kembali ke Lhokseumawe, siswi berprestasi ini berkomitmen untuk tidak menyimpan ilmunya sendirian. Jihan berencana membagikan pengalaman berharga ini kepada rekan-rekannya di sekolah dan organisasi. Ia juga bertekad terus mengembangkan “Program SUADA” sebagai wadah literasi untuk mengajak anak muda berpikir kritis, kreatif, dan menyebarkan pesan positif.

Di akhir sesi, Jihan menitipkan pesan mendalam bagi seluruh generasi muda yang sedang mengejar mimpi. Ia menganalogikan sebuah impian layaknya mi instan yang tetap membutuhkan proses perebusan sebelum bisa dinikmati.

"Mekarlah di mana pun tumbuhnya. Tidak semua bunga mekar pada musim yang sama, tetapi setiap bunga akan menunjukkan keindahannya pada waktu yang telah ditetapkan. Jadi, jangan sibuk membandingkan perjalananmu dengan orang lain. Fokuslah untuk terus bertumbuh karena langit tidak pernah memilih siapa yang berhak bersinar, tetapi ia selalu memberi ruang bagi siapa saja yang berani terbang setinggi mungkin," pungkas Jihan menutup perbincangan.

Kontributor: Barda Shafia ( Tim Jurnalistik SMAN 1 Lhokseumawe)















Berita Terkait

Posting Komentar

0 Komentar