Viastri Yusna, Jejak Dedikasi Sang Pendidik Inspiratif

  

Foto: Dokumen Pribadi 

Oleh: Syifa Munira

Viastri Yusna, lahir di Desa Meucat pada tanggal 18 September 1999, merupakan anak ketiga dari enam bersaudara, pasangan Bapak M. Nasir dan Ibu Yusmaniar (almarhumah). Sejak kecil, ia dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rajin, dan memiliki semangat belajar yang tinggi.

Masa kecil Viastri banyak dihabiskan di Desa Meucat, tempat ia juga menempuh pendidikan dasarnya. Ia memulai jenjang pendidikan di SD Negeri 2 Syamtalira Arun, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Syamtalira Arun, dan menamatkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Syamtalira Arun. Pada setiap jenjang pendidikannya, Viastri selalu menunjukkan kesungguhan belajar, sehingga mampu menyelesaikannya dengan baik.

Setelah lulus dari SMA, Viastri melanjutkan studinya ke Universitas Syiah Kuala pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Pilihannya untuk mendalami bidang PPKn didasari oleh minatnya sejak awal untuk menjadi seorang pendidik dan berkontribusi bagi generasi muda.

Selama kuliah, Viastri dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan berprestasi dalam bidang akademik. Salah satu momen paling berkesan baginya adalah ketika ia berhasil meraih nilai terbaik dan mendapat rekomendasi langsung dari dosen untuk menjadi guru di SMA Negeri 1 Lhokseumawe. Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus awal perjalanan kariernya sebagai seorang pendidik.

Setelah menyelesaikan studinya, Viastri langsung mengabdikan diri sebagai guru di SMA Negeri 1 Lhokseumawe. Pengalaman pertamanya mengajar di sekolah menengah atas ini memberinya banyak pelajaran berharga. Ia merasa bangga karena bisa berbagi ilmu sekaligus membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan. Dedikasinya sebagai seorang pendidik semakin menguatkan tekadnya untuk terus mengembangkan diri di dunia pendidikan.

Di luar aktivitas akademik dan profesinya sebagai guru, Viastri memiliki hobi sederhana, yaitu ngopi. Baginya, momen menikmati kopi menjadi cara untuk melepas penat sekaligus mempererat silaturahmi bersama teman maupun keluarga.

Hingga kini, Viastri tetap dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan berdedikasi tinggi dalam bidang pendidikan. Pencapaiannya dalam meraih kepercayaan dosen dan mengajar di salah satu sekolah terbaik di daerahnya merupakan kebanggaan tersendiri. Ia terus berusaha menginspirasi siswa-siswinya agar menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki jiwa kebangsaan yang kuat.

 Penulis adalah Siswa kelas XII-1 Program Unggulan SMA N 1 Lhokseumawe



Berita Terkait

Posting Komentar

0 Komentar