Foto: https://disdik.acehprov.go.id/pejabat
Oleh : Murtalamuddin, Kadisdik Aceh
Siapa yang tak kenal sastrawan 3 zaman Taufik Ismail. Malam ini saya temani beliau keliling kota. Dan ngopi di Mordeen Beurawe. Fikar W. Eda ngajak saya bertemu beliau. Insha Allah Senin 27 April mereka akan tampil bersastra di SMA 10 Fajar Harapan
Sepenjang perjalanan dan nongkrong. Istri beliau Ibu Esiyati Yatimlah yang banyak bercerita. Tentang cinta nya pada Aceh. Beliau di angkat anak oleh Ali Hasyimi. Dan datang kali ini untuk ziarah. Dan bertemu anak angkat beliau
Ibu Esi bercerita ketika mereka tampil bersastra di Jabal Ghafur tahun 1986. Bersmaa Cak Nun (Emha Ainun Najib), Rendra dll. Bersama penyair Aceh Maskirbi, Hasyim KS dll
Tahun 2001 mereka juga turun lagi untuk kegiatan Siswa bertanya sastrawan menjawab. Beliau bercerita dengan runut tentang tokoh tokoh dan satrawan Aceh.
Saat tsunami nyaris beliau bolak balik ke Aceh membawa bantuan dan program. Saat banjir kemarin mereka juga mengirim berbagai bantuan.
Dan hebatnya nyaris begitu bangganya menyatakan diri sebagai bagian orang Aceh. Nyaris semua hal positif mengalir dalam pertemuan 2 jam itu.
Hanya sekai sekai Bang Fikar dan Istri menimpali. Saya manggut manggut saja. Dan nyaris semua sastrawan yang beliau cerita pernah saya baca dan ingat karyanya.
Saya hanya bercerita sedikit tentang program revitalisasi perpustakaan sekolah yang sedang kami upayakan. “ Sekarang anak dan guru takut ke pustaka. Karena isi rak pustaka serius semua” kata saya
Jejeran buku pelajaran lama dan baru. Dan buku buku serius lainnya. Minim buku sastra dan fiksi. “ saya saja takut mengulik rak pustaka, karena terlalu sering ketemu buku tentang syurga dan neraka, kalau soal neraka saya takut masuk golongan itu, membaca buku syurga takut tidak memenuhi kriteria, jadi mending tidak saya baca” dan kamipun tertawa.
Dan seperti sering saya jumpai orang orang non Aceh. Nyaris rata rata bangga ketika bercerita tentang pandangan mereka soal Aceh. “ Kalau kami disini tidak bangga bahkan suka memperolok sesama kami” kata saya
Menjelang tiba di hotel. Saya minta suami istri yang sudah sepuh itu meneken halaman puisi yang dihadiahkan ke saya
#AcehPulih #AcehMaju
(Dikutip dari FB Murtalamuddin/Kadisdik Aceh).

0 Komentar