Foto Dibuat AI
Sebatang lintingan lemah gemulai
Terhimpit di antara jemari menguning
Api mengunyah serbuk dalam gulungan
Awan beracun mengepul di ujung sumbu
Terhimpit di antara jemari menguning
Api mengunyah serbuk dalam gulungan
Awan beracun mengepul di ujung sumbu
Jiwa melayang, pamit pada jasad
Hawa putih merasuk lewat rongga
Menukik ke jantung, berteduh di bilik kanan
Menari berlari, berlomba dengan malaikat
Hawa putih merasuk lewat rongga
Menukik ke jantung, berteduh di bilik kanan
Menari berlari, berlomba dengan malaikat
Baca juga
Puisi: Jarak Tak Bisa Kulipat
Sebatang lisong perusak saraf
Naik turun antara jari dan bulan sabit
Diburu pencinta surga semu
Idola semusim dalam kepulan asap
Naik turun antara jari dan bulan sabit
Diburu pencinta surga semu
Idola semusim dalam kepulan asap
Nasibmu dipijak saat sumbu padam
Satu lintingan racun bak kemenyan
Jutaan jasad kau jemput paksa
Jutaan nyawa kau gantung di ujungnya
Satu lintingan racun bak kemenyan
Jutaan jasad kau jemput paksa
Jutaan nyawa kau gantung di ujungnya
Kau bak pisau bermata dua
Mengorok napas, menebas raga
Rona upasmu membuat negeri kecut
Tumbalmu bertabur di pangkuan pertiwi
Mengorok napas, menebas raga
Rona upasmu membuat negeri kecut
Tumbalmu bertabur di pangkuan pertiwi
Baca Juga
Puisi: Melankolia Bencana
Si kaya, si miskin, si pintar, si bodoh
Orang alim, orang awam, hingga presiden
Semua menghamba pada asap secuil
Menawarkan surga tanpa bidadari
Orang alim, orang awam, hingga presiden
Semua menghamba pada asap secuil
Menawarkan surga tanpa bidadari
Sejengkal lilin berasap di saku negeri
Membunuh perlahan tanpa suara
Membakar negeri dengan satu hembusan
Matanya buta, suaranya bisu, telinganya tuli
Membunuh perlahan tanpa suara
Membakar negeri dengan satu hembusan
Matanya buta, suaranya bisu, telinganya tuli
Lhokseumawe, 26 Juli 2026

0 Komentar