Foto: Dokumen Pribadi
Sastrapuna.com Lhokseumawe, Sabtu (05/09/2026) Ratusan siswa kelas XII SMAN 1 Lhokseumawe menggelar kegiatan studi lapangan (field trip) dan kunjungan edukatif yang dipenuhi semangat kebersamaan pada Sabtu, 5 September 2026.
Kegiatan ini menyasar kawasan cagar budaya serta peninggalan sejarah Kesultanan Samudera Pasai yang berlokasi di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.
SMAN 1 Lhokseumawe Jadi Tuan Rumah HARDIKDA ke-67, Momentum Kebangkitan Pendidikan Kota Lhokseumawe
Kunjungan edukasi ini diselenggarakan sebagai bagian integral dari program pembelajaran luar kelas (outdoor learning) mata pelajaran Sejarah untuk memperdalam pemahaman para siswa mengenai jejak peradaban kerajaan Islam pertama di Nusantara.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mempelajari sejarah secara teoretis dari lembaran buku teks di kelas, tetapi juga berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung bukti-bukti otentik kejayaan Islam di tanah Aceh pada masa lampau.
Rangkaian perjalanan edukasi diawali sejak pagi hari dengan mendatangi Kompleks Makam Ratu Nahrasyiah atau yang dikenal luas dengan sebutan Putro Nahrasyiah.
Di lokasi pertama ini, para siswa dibuat kagum oleh keindahan arsitektur dan kemegahan batu nisan pualam berukir kaligrafi Arab serta ayat-ayat suci Al-Qur’an yang sangat rumit dan artistik.
Melalui penelusuran di situs sejarah ini, para siswa mendapatkan wawasan mendalam mengenai sosok kepemimpinan perempuan yang tangguh, cerdas, dan bijaksana dalam sejarah Islam Aceh, di mana Ratu Nahrasyiah mampu membawa Kesultanan Samudera Pasai mencapai puncak kejayaan, kemakmuran ekonomi, serta kestabilan politik yang kuat pada masa pemerintahannya.
Perjalanan edukatif kemudian dilanjutkan menuju Museum Islam Samudera Pasai yang berjarak tidak jauh dari kompleks makam. Di dalam museum tersebut, para siswa disambut oleh pemandu museum dan berkesempatan mengamati secara langsung ribuan koleksi artefak peninggalan masa lalu yang tertata rapi.
Berbagai benda bersejarah seperti mata uang emas dirham, keramik kuno impor dari manca negara, naskah-naskah tua yang ditulis tangan, hingga berbagai peralatan kehidupan sehari-hari masyarakat Pasai tempo dulu menjadi daya tarik utama.
Seluruh siswa tampak sangat antusias mencatat setiap detail informasi sejarah yang disampaikan pemandu serta aktif melakukan diskusi kelompok untuk mengumpulkan data laporan hasil studi lapangan.
Sebagai destinasi penutup kegiatan edukasi sejarah, rombongan siswa kelas XII SMAN 1 Lhokseumawe mendatangi Kompleks Makam Sultan Malikussaleh, tempat pendiri dan raja pertama Kesultanan Samudera Pasai bersemayam.
Di lokasi sakral dan bersejarah ini, para siswa menggelar acara doa bersama dan zikir secara khusyuk di area pusara sang sultan.
Pembacaan zikir dan doa ini dipimpin oleh perwakilan sekolah untuk mendoakan serta mengenang jasa-jasa besar Sultan Malikussaleh dalam menyebarkan ajaran agama Islam dan membangun pilar-pilar perdagangan internasional di Selat Malaka pada abad ke-13.
Suasana penuh kekhusyukan dan rasa hormat yang mendalam menyelimuti seluruh peserta di tengah rindangnya pepohonan di sekitar kompleks makam.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian agenda kegiatan belajar sejarah di situs Samudera Pasai, rombongan bergerak menuju kawasan Pantai Laut Lancok di Kecamatan Syamtalira Bayu untuk melepas lelah.
Di tepi pantai yang indah ini, seluruh siswa kelas XII beserta guru pendamping menggelar acara makan bersama dalam suasana santai dan penuh kehangatan.
Momen kebersamaan di Laut Lancok ini menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa persaudaraan antar sesama siswa kelas XII jelang kelulusan, serta menutup rangkaian kegiatan studi lapangan hari itu dengan kesan gembira sebelum seluruh rombongan kembali ke Lhokseumawe.
Kontributor: Barda Shafia (OSIS Departemen Jurnalistik SMAN 1 Lhokseumawe)



0 Komentar