Zaydan Aulia Akram, Dari Disiplin Paskibraka hingga Ambisi Berkarier di Kementerian Keuangan

 Foto: Dokumen Pribadi

Lhokseumawe Sastrapuna.com  Sosok anak muda yang satu ini tidak hanya dikenal karena keramahannya, tetapi juga kepiawaiannya dalam memimpin. Zaydan Aulia Akram, remaja kelahiran Lhokseumawe, 7 November 2008, kini tengah meniti jalannya menuju masa depan yang gemilang melalui keseimbangan antara organisasi dan akademisi.

Lahir dari pasangan M. Idris dan Henni Sujanna, S.Pd., Zaydan tumbuh dalam lingkungan yang mementingkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Namun, di balik sosoknya yang aktif, ia tetaplah remaja yang menyenangi ketenangan.

"Berenang dan bernyanyi adalah cara saya menemukan ketenangan. Dua hobi ini selalu berhasil membuat saya merasa relax di tengah kesibukan," ungkap Zaydan kepada Redaksi Sastrapuna.com.

Matang Lewat Organisasi, Belajar Memimpin di SMAN 1 Lhokseumawe

Bagi Zaydan, masa SMA bukan sekadar duduk di bangku kelas. Ia dikenal sebagai Ketua OSIS SMAN 1 Lhokseumawe yang aktif menggerakkan berbagai kegiatan di sekolahnya. Baginya, menjadi pemimpin di sekolah unggulan (Smansa) adalah pengalaman yang tidak ternilai harganya.

"Menjadi ketua OSIS adalah hal yang paling mengesankan. Pengalaman berbincang dengan anggota lain dan terlibat langsung dalam setiap event besar sekolah adalah momen yang tidak bisa diganti dengan apa pun," tuturnya.

Tak hanya di sekolah, kiprah Zaydan meluas hingga tingkat kota. Ia merupakan anggota Paskibraka Kota Lhokseumawe dan aktif di gerakan Pramuka. Dari dua organisasi tersebut, ia memetik pelajaran berharga mengenai manajemen waktu dan integritas.

"Di Paskib dan Pramuka, saya belajar banyak hal, terutama soal disiplin dan bagaimana cara memimpin dengan rasa tanggung jawab yang tinggi," tambahnya.

Melompat Jauh, Antara Astronomi dan Impian di Kemenkeu

Meski dikenal aktif berorganisasi, Zaydan tidak melupakan sisi akademisnya. Hal ini terbukti dengan partisipasinya dalam olimpiade Matematika dan Astronomi. Namun, ada yang unik dari cita-cita remaja ini.

Meskipun saat ini ia berada di jalur jurusan yang berfokus pada sains dan astronomi, Zaydan justru memendam impian besar untuk bekerja di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Baginya, perbedaan jurusan bukanlah penghalang untuk menekuni profesi yang ia dambakan di masa depan.

Sebagai siswa kelas atas, Zaydan menyadari pentingnya strategi untuk menembus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Ia berbagi tips bagi rekan-rekan dan adik kelasnya agar bisa lolos ke perguruan tinggi impian.

Pertama, ia menekankan pentingnya aspek spiritual. "Yang terpenting selalu beribadah dan berdoa kepada Allah agar dimudahkan segala urusan," pesannya.

Kedua, adalah konsistensi nilai rapor. Menurut Zaydan, nilai dari kelas 1 hingga kelas 3 sangat menentukan status eligible. "Nilai harus dijaga, jangan sampai ada yang turun. Selain itu, aktiflah ikut perlombaan karena sertifikat itu akan sangat membantu di SNBP nanti."

Menutup perbincangan, Zaydan menitipkan pesan mendalam untuk adik-adik kelasnya yang masih berjuang di bangku sekolah. Ia mengingatkan agar tidak terjebak dalam rasa iri terhadap pencapaian orang lain.

"Percayalah pada proses yang sedang kalian jalani. Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Jangan melihat hasil orang lain karena kita tidak tahu apa yang telah ia lalui," tegasnya.

Zaydan berpesan agar siswa tetap seimbang antara belajar dan pengembangan diri. "Fokus belajar itu wajib, tapi jangan hanya sibuk belajar. Aktiflah berkegiatan sesuai minat kalian, karena itu yang akan membantu kalian di jenjang selanjutnya," pungkasnya.

Penulis: Redaksi Sastrapuna.com















Berita Terkait

Posting Komentar

0 Komentar