Keinginan kuat Hafizh untuk terjun ke dunia industri profesional didukung oleh ketertarikannya yang mendalam pada dunia teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Meski mengaku belum memiliki hobi yang spesifik secara konvensional, ia justru menemukan kegairahan dalam mengeksplorasi teknologi digital.
Bagi Hafizh, memahami seluk-beluk teknologi bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan bekal fundamental untuk menjawab tantangan zaman sekaligus modal utama dalam meraih ambisi kariernya di masa depan.
Namun, kecintaan Hafizh pada teknologi tidak lantas membuatnya menjadi sosok yang tertutup. Sebaliknya, catatan organisasinya menunjukkan dedikasi yang tinggi pada pengabdian masyarakat dan kepemimpinan.
Perjalanannya dimulai dari keanggotaan Palang Merah Remaja (PMR) sejak bangku SMP, yang kemudian berlanjut hingga ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua PMR di tingkat SMA.
Tak hanya berhenti di situ, kapasitas kepemimpinannya semakin teruji saat ia menjabat sebagai Sekretaris OSIS bidang WHS pada tahun 2024 serta aktif sebagai anggota Patroli Keamanan Sekolah (PKS). Di luar lingkungan sekolah,
Hafizh juga melebarkan sayapnya dengan bergabung dalam Forum Anak Lhokseumawe (FALAK) pada Divisi Media Kreatif, sebuah tempat di mana ia bisa mengolaborasikan kemampuannya di bidang TIK dengan isu-isu sosial remaja.
Selama menempuh pendidikan di SMAN 1 Lhokseumawe, Hafizh mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga yang tidak ditemukan di dalam buku teks. Ia merasa beruntung dikelilingi oleh lingkungan yang suportif, mulai dari kawan-kawan yang solid hingga jajaran guru serta staf yang sangat kompeten dan berdedikasi di bidangnya masing-masing.
Atmosfer belajar yang positif inilah yang kemudian membentuk pola pikirnya dalam menghadapi tantangan akademik, termasuk dalam mempersiapkan diri menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Mengenai kiat menembus bangku perguruan tinggi, Hafizh memiliki filosofi yang sederhana namun mendalam, yakni belajar dengan konsistensi dan sepenuh hati.
Ia percaya bahwa setiap siswa memiliki ritme dan cara belajarnya masing-masing, sehingga sangat penting untuk tidak terpengaruh oleh standar atau pendapat orang lain yang berbeda. Baginya, menikmati setiap proses pembelajaran dengan rasa bahagia adalah kunci agar hasil yang terbentuk bisa maksimal dan sesuai dengan harapan.
Menutup lembaran kisahnya sebagai siswa sekolah menengah, Hafizh menitipkan pesan bermakna bagi rekan-rekan dan adik kelasnya untuk selalu memanfaatkan waktu sebaik mungkin sejak dini. Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan baik dan mengenali potensi diri tanpa harus membanding-bandingkan pencapaian pribadi dengan orang lain. Dengan fokus pada pengembangan diri sendiri dan tidak menunda-nunda kesempatan, Hafizh yakin bahwa segala upaya baik yang dilakukan hari ini akan membuahkan hasil yang manis di masa depan.
(Redaksi Sastrapuna.com)
0 Komentar