Oleh:
Falisha Zahwa
Lhokseumawe, Sastrapuna.com Selasa (31/3/2026) Fathin Aztia Bangun salah satu siswa kelas XII SMAN 1 Lhokseumawe, menjadi sorotan berkat perjalanan pendidikannya yang penuh semangat dan tekad kuat. Lahir pada 13 Juni 2008 di Lhokseumawe, Fathin dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab dalam keluarga sekaligus aktif di berbagai kegiatan sekolah.
Sejak
menempuh pendidikan dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) hingga SMA di SMAN 1
Lhokseumawe, Fathin menunjukkan konsistensi dalam akademik maupun non-akademik.
Ia aktif mengikuti organisasi, perlombaan, serta memiliki pencapaian istimewa
berupa hafalan Al-Qur’an sebanyak 7 juz. Di luar itu, hobinya bernyanyi menjadi
sarana untuk mengekspresikan diri dan melepas penat.
Ketertarikan Fathin pada bidang kesehatan berawal dari pengalaman pribadi kehilangan orang-orang terdekat karena sakit. Dari situlah muncul tekad untuk masuk Fakultas Kedokteran (FK). “Aku ingin berada di posisi di mana bisa membantu, merawat, dan berusaha menyembuhkan orang lain.
Aku nggak mau terus-menerus hanya jadi
orang yang merasa kehilangan tanpa bisa melakukan apa-apa,” ungkapnya. Meski
menyadari bahwa FK adalah jurusan yang berat, Fathin melihatnya sebagai
tantangan sekaligus jalan pengabdian. Tujuannya sederhana: menjadi dokter yang
kompeten dan berempati tinggi, serta mampu memberikan pelayanan kesehatan
terbaik bagi masyarakat.
Perjuangan menuju SNBP FK
tidaklah mudah. Fathin menjaga konsistensi nilai rapor, aktif di kegiatan
sekolah, mengikuti lomba baik online maupun offline, serta memperkuat diri
dengan ibadah dan hafalan Al-Qur’an. Dukungan doa dari orang tua dan keluarga
besar juga menjadi kekuatan utama dalam prosesnya. “Usaha tanpa doa itu belum
lengkap,” tambahnya.
Sebagai pesan untuk adik-adik kelasnya, Fathin berpesan agar tidak takut memulai dan selalu konsisten dalam mengejar mimpi. “Buat adik-adik yang punya mimpi, jangan takut untuk mulai. Kenali dulu apa yang kalian suka dan apa tujuan kalian ke depan. Setelah itu, jalani dengan konsisten, walaupun pelan-pelan.
Jangan terlalu fokus sama hasil, tapi fokuslah ke prosesnya. Karena hasil biasanya akan mengikuti usaha yang kita lakukan. Kalau gagal, itu bukan akhir justru itu bagian dari perjalanan. Yang paling penting, selalu yakin sama diri sendiri. Yakinin kalau kamu bisa, kamu pantas sukses, dan kamu pasti bisa lolos dengan jalan yang kamu pilih. Jangan ragu dengan pilihan sendiri, karena itu adalah langkah awal menuju masa depan kamu
Perbanyak doa dan libatkan
Tuhan dalam setiap usaha yang kamu lakukan. Minta restu dari orang tua dan
orang-orang terdekat, karena sering kali keberhasilan kita juga datang dari
doa-doa mereka. Tanamkan dalam diri kalau kamu pasti bisa. Gagal sesekali itu
gapapa kok, yang penting kamu sudah berusaha dengan sungguh-sungguh dan dengan
keringat sendiri,”
“What has been measured
will not be changed.” Percaya bahwa setiap usaha yang sudah kamu lakukan tidak
akan sia-sia,” tuturnya penuh motivasi. Kisah Fathin menjadi bukti bahwa tekad,
usaha, dan doa dapat membawa seseorang meraih impian besar. Ia selalu berharap
kelak bisa menjadi dokter yang membawa harapan bagi banyak orang.
Penulis
adalam Tim Departemen Jurnalistik OSIS SMAN 1
Lhokseumawe

2 Komentar
Semangat kak fatin moga cita2 mulianya bisa tercapai, dan moga jalan yg sudah di pilih untuk masa depan mg selalu dipermudah oleh allah swt
BalasHapusAmin
Hapus