Foto: Dokumen Pribadi
Oleh: Masitah Inayah
Lahir pada 16 Februari 2008 di Kota Medan, Gilbert Valentino merupakan putra kedua dari pasangan Bapak Alioek dan Ibu Feny. Tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mendukung, Gilbert membentuk kepribadian yang tenang namun penuh ambisi.
Di sela-sela kesibukan akademiknya yang padat, ia adalah sosok yang gemar mengeksplorasi dunia melalui literasi dan visual; membaca novel bahasa inggris dan menonton film menjadi hobi utama yang ia lakukan untuk memperluas wawasan sekaligus menyegarkan pikiran dari rutinitas sekolah.
Sebagai siswa di kelas XII-2 SMAN 1 Lhokseumawe, Gilbert dikenal bukan hanya sebagai pelajar yang cerdas, tetapi juga sebagai sosok yang mampu menyeimbangkan antara minat pribadi dan tanggung jawab pendidikan. Kegemarannya membaca memberinya ketajaman berpikir yang nantinya sangat membantu dalam perjalanan akademiknya menuju salah satu universitas terbaik di negeri ini.
Perjalanan Gilbert di masa putih abu-abu diwarnai dengan momen-momen kompetisi yang menguji mental. Salah satu pencapaian yang paling membekas di hatinya adalah saat ia berhasil menyabet Juara 2 ISATI (Industrial Science Art and Talent) di Banda Aceh yang diselenggarakan oleh Teknik Industri Universitas Syiah Kuala.
Bagi Gilbert, itu bukan sekadar piala, itu adalah pembuktian pertama kalinya bahwa ia mampu melangkah jauh hingga ke babak final di luar kota dan pulang sebagai pemenang. Pengalaman ini menjadi titik balik yang menghapus keraguan dalam dirinya.
Namun, kejutan sesungguhnya datang dari bidang English Debate. Setelah sempat vakum berlatih selama hampir 1,5 tahun, Gilbert tiba-tiba mendapatkan tawaran untuk kembali berkompetisi. Di tengah keterbatasan waktu, ia dan timnya menunjukkan dedikasi luar biasa.
“Kami hanya latihan bermodalkan Zoom dan latihan mandiri di sekolah sampai sore hari,” ungkap Gilbert.
Saat melihat performa sekolah lain yang tampak lebih mahir, rasa minder sempat menyelimuti. Namun, dunia terus bekerja sebagaimana mestinya. Saat pengumuman tiba, nama Gilbert dan timnya disebut sebagai peraih Peringkat 2. Sebuah kemenangan yang lahir pada detik-detik terakhir.
Banyak adik kelas maupun teman kelasnya yang mengagumi konsistensi nilai rapor Gilbert. Rahasianya ternyata terletak pada manajemen waktu yang sederhana: belajar tekun, mengerjakan tugas tepat waktu, dan memaksimalkan kemampuan diri. Ia selalu memegang prinsip untuk tidak membatasi diri hanya karena melihat orang lain lebih hebat. Dengan pola pikir ini, Gilbert menjalani masa SMA-nya dengan perasaan senang (enjoy) tanpa merasa tertekan oleh beban pelajaran.
Sejak SMP, Gilbert memang sudah akrab dengan atmosfer KSN (Kompetisi Sains Nasional). Di SMA, ia menetapkan target minimal meraih satu sertifikat OSN Puspresnas di tingkat kota. Namun, ia juga sangat memperhatikan aspek non-akademik.
Mengikuti saran dari gurunya, Ibu Yuverny Selvy, Gilbert secara strategis menekuni ekstrakurikuler debat untuk memperkuat portofolionya. Strategi kombinasi antara nilai rapor yang stabil dan sertifikat prestasi inilah yang akhirnya mengantarkannya lulus melalui jalur SNBP 2026 di jurusan Teknik Kimia, Universitas Indonesia (UI).
Setelah resmi menjadi bagian dari “Jaket Kuning”, Gilbert tidak lantas berpuas diri. Ia memiliki target untuk lulus tepat waktu dengan predikat Cumlaude dan memperluas jaringan relasi di ibu kota. Fokus utamanya tetap satu yaitu keluar dari zona nyaman demi membanggakan orang tua dan menjadi pribadi yang berguna di masa depan.
Sebagai salah satu siswa terbaik dari Lhokseumawe, Gilbert menitipkan pesan penting bagi adik-adik kelasnya. Ia menekankan tentang pentingnya keseimbangan hidup antara akademik dan sosial.
“Belajarlah sungguh-sungguh karena tidak ada ruginya, tapi jangan sampai lupa bersosialisasi. Seimbangkan antara belajar dan bermain agar kita bisa menikmati masa-masa SMA,” pesannya.
Ia juga berharap keberhasilannya menembus Teknik Kimia UI dapat menjadi pemantik semangat bagi siswa SMAN 1 Lhokseumawe lainnya untuk berani mengejar prestasi dan membuka jalan ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit di masa mendatang.
Penulis adalah Siswa Kelas XI 2 Unggul SMAN 1Lhokseumawe

0 Komentar