Sastrapuna..com, Lhokseumawe - Sebanyak 18 guru SMA dari berbagai sekolah di Lhokseumawe mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Batch 2 yang diselenggarakan oleh cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini mengambil temapt di SMKN 3 Lhokseumawe.
Pelatihan ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 19 hingga 23 September 2025, dan bertujuan untuk membekali para guru dengan pemahaman serta keterampilan dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam di kelas.
Setiap sekolah mengirimkan tiga perwakilan guru terbaiknya, yang kemudian dibagi ke dalam tiga bidang fokus: Sains dan Teknologi (Saintek), Sosial, serta Humaniora (Bahasa).
Pembagian ini memungkinkan materi pelatihan disesuaikan dengan minat dan latar belakang mengajar para peserta.
Foto: Dokumen Pribadi
Tiga narasumber berkompeten turut serta memandu jalannya pelatihan. Mereka adalah Ifasil Sarlivanti, S.Pd., M.Pd., seorang pakar pendidikan dari Sukma Bangsa Lhokseumawe; Lainlan Fajri, S.Sos., M.Sos., dari Tanda Seru Consulting yang memiliki keahlian dalam bidang sosial. serta T. Isman Surdi, S.Pd., M.Si., guru berpengalaman dari SMAN 1 Lhokseumawe.
Kombinasi keahlian dari para narasumber ini memberikan perspektif yang kaya dan komprehensif bagi para peserta.
Baca Juga
Asyifa Novia, Siswa SMAN 1 Lhokseumawe, Raih Juara 1 Olimpiade Madrasah Indonesia Tingkat Kota, Bidang Matematika.
Materi pelatihan yang diberikan meliputi berbagai aspek penting dalam pembelajaran mendalam. Para guru diajak untuk memahami konsep "Pola pikir bertumbuh" (growth mindset) yang esensial dalam proses pembelajaran, melakukan asesmen pada pembelajaran mendalam, serta merancang perencanaan pembelajaran mendalam yang efektif dan relevan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan pendidik-pendidik yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini berkaitan di era digital saat ini, sehingga mampu mentransformasi proses belajar mengajar di sekolah masing-masing.
Kontributor: Nanda Fernanda
0 Komentar