Raih 49,3 Persen Suara, Paslon 03 Terpilih Sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Lhokseumawe Periode 2026/2027

 

Foto: Dokumen Pribadi

Lhokseumawe 26 September 2026. Sastrapuna.com Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 1 Lhokseumawe periode baru berlangsung sukses pada 26 September 2026 dan penuh antusiasme. Berdasarkan hasil akhir voting. 

Paslon Nomor Urut 03 Kelvin Raffi Riandra dan Qaireen Batrisya Barawas resmi terpilih sebagai Ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS 2026/2027 usai meraih kemenangan dominan dengan perolehan 49,3% (523) suara unggul atas Paslon 02 Cinta Putri Meisya dan Irarin Nurwandani yang meraih 41,2% (437) suara dan Paslon 01 Fathan Caesarean dan Rayyan Fathir dengan 9,4% (100) suara. 

Total seluruh suara sah dari siswa, guru dan tendik ialah 1.060 suara dengan partisipasi sebanyak 87.2%. 

Kelvin Raffi Riandra dan Qaireen Batrisya Barawas Paslon 03 menyampaikan tanggapannya “Perasaan kami saat pertama kali melihat angka 49,3% adalah campuran antara rasa syukur yang sangat besar, haru, sekaligus bangga atas kepercayaan yang telah diberikan oleh teman teman. 

Angka ini bukan sekadar perolehan suara, melainkan bentuk amanah dan tanggung jawab besar dari mayoritas warga sekolah. Di sisi lain, persentase ini juga mengingatkan kami bahwa hampir separuh suara lainnya berada di paslon lain, yang menjadi pengingat rendah hati bagi kami untuk menjadi pemimpin yang merangkul dan mengayomi seluruh siswa tanpa membeda bedakan” ujar mereka 

Selain itu mereka juga akan merangkul seluruh masyarakat sekolah yang telah memilih Paslon 01 dan 02 agar terus kompak dan tidak adanya perpecahan antar pendukung.

Selanjutnya Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Mukhlis, S.Pd., M.Pd.  mengatakan bahwa Setelah pengumuman hasil dirilis melalui sistem e-voting yang disiapkan panitia, Beliau  mengucapkan selamat kepada pasangan yang terpilih menjadi Ketua OSIS periode 2026/2027.

Beliau menambahkan bahwa persaingan menjadi pemimpin organisasi siswa di SMAN 1 Lhokseumawe berlangsung sangat alot dan kompetitif. 

Proses seleksi dimulai dari tahap wawancara, psikotes, tes membaca Al-Qur’an, hingga tahap yang paling mendebarkan sekaligus menentukan, yaitu debat kandidat yang diselenggarakan di hadapan 1.250 warga sekolah  mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan.

Selanjutnya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada kedua pasangan calon. Kepada pasangan yang belum terpilih, beliau menyampaikan bahwa meskipun selisih angka dan persentase suara tidak berbeda jauh, prestasi serta sikap yang ditunjukkan sangat membanggakan pihak sekolah. 

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa inilah contoh demokrasi mini yang nyata, yang dapat dijadikan pembelajaran berharga bagi seluruh siswa dan warga sekolah.

Konstributor: Kirana Putri Andriani Tarigan (Tim Jurnalistik SMA Negeri 1 Kota Lhokseumawe)

Berita Terkait

Posting Komentar

0 Komentar