SMA Negeri 1 Lhokseumawe Gelar Debat Calon Pimpinan OSIS, Angkat Tema Ketaatan Belajar dan Pencegahan Perundungan

 




Foto: Dokumen  Pribadi

Lhokseumawe, 25 September 2026. Sastrapuna.com Suasana parkiran SMA Negeri 1 Lhokseumawe tampak penuh semangat pada Jumat pagi. Sekolah ini menggelar acara debat calon Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), sebuah ajang bergengsi yang menjadi wadah pengenalan gagasan serta visi-misi para calon pemimpin siswa.

Acara dibuka dengan perkenalan dua orang panelis yang diharapkan menjadi penilai sekaligus pemberi arah dalam diskusi ini. Mereka adalah Bapak Farhan Setiawan, S.Sos., M.Sos. dan Bapak Ihsan Nova, S.Pd. Ibu Mutiawati dan Bapak Muklis Puna  yang bertindak sebagai pembawa acara turut memaparkan latar belakang serta rekam jejak prestasi kedua narasumber tersebut kepada hadirin.

Setelah rangkaian pembukaan selesai, para pasangan calon dipersilakan menempati meja masing-masing. Ibu Mutiawati kemudian memperkenalkan satu per satu sosok dan pencapaian yang dimiliki setiap kandidat.

Para calon pun menyampaikan visi dan misi mereka. Sebelum debat resmi dimulai, salah satu calon maju untuk mengambil tema yang akan dibahas pada sesi hari ini.

Segmen debat pun dimulai. Qaireen yang mewakili Paslon 03 maju mengambil kertas undian secara acak, dan terpilihlah tema “Ketaatan Mengikuti Proses Pembelajaran”.

Mekanisme yang diterapkan: setiap pasangan calon menerima pertanyaan yang belum diketahui sebelumnya. Panelis membacakan soal satu kali saja, dan setiap peserta diberi waktu tiga menit untuk menyampaikan jawabannya. Meskipun berada di bawah tema yang sama, soal yang diterima masing-masing paslon berbeda — tersedia tiga soal khusus untuk tiap pasangan, ditambah satu sesi pertanyaan silang yang diajukan antar peserta.

Pertanyaan yang diajukan menyentuh persoalan nyata yang kerap dihadapi di lingkungan sekolah, antara lain kebiasaan membolos, ketidakhadiran tanpa keterangan, sikap kurang sopan saat ditegur guru, serta rendahnya partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran. Setiap paslon memaparkan pandangan dan solusi dari sudut pandang yang khas, menciptakan diskusi yang kaya gagasan.

Usai babak pertama, masuk ke babak pertanyaan acak. Setiap pasangan calon berkesempatan mengajukan pertanyaan kepada paslon lain, sekaligus berhak menyampaikan apakah mereka merasa puas dengan jawaban yang diberikan.

Seluruh jalannya acara berlangsung tertib, tenang, dan kondusif. Suasana saling menghargai terjaga sepanjang kegiatan, dan setiap peserta mampu menyampaikan gagasannya dengan baik.

Pihak sekolah kemudian mengumumkan adanya tambahan tema, yaitu “Pencegahan Perundungan (Bullying)”. Para calon kembali mengambil amplop berisi soal, dan diskusi berlanjut pada sesi pertanyaan bebas yang tidak kalah menarik.

Sebagai penutup, setiap paslon menjawab pertanyaan inti: langkah nyata apa yang akan dijalankan jika mereka terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Rangkaian ditutup dengan penyampaian yel-yel serta ajakan dukungan kepada seluruh siswa dari masing-masing pasangan calon.

Konstributor: Tim Jurnalistik  Smansa 




Berita Terkait

Posting Komentar

0 Komentar