Demi Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, SMAN 1 Lhokseumawe Gelar Pelatihan Coding dan Computational Thinking bagi Guru

 

Foto; Dokumen Pribadi

Lhokseumawe, Sastrapuna.com..Dalam rangka meningkatkan kualitas edukasi dan kompetensi pendidik, SMA Negeri 1 Kota Lhokseumawe menggelar pelatihan khusus bertajuk "Peningkatan Kompetensi Guru pada Pengenalan Koding dan Computational Thinking saat Belajar". 

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (7/8/2026) ini diikuti oleh 50 orang guru dengan suasana yang serius dan antusias.

Pelatihan ini menghadirkan Jhon Abdi, S.Pd., M.Pd., seorang pengawas sekolah dari Kota Banda Aceh, sebagai pemateri utama. Acara dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah, Alza Fitrtiana, S.Si., M.Pd., di Ruang Guru SMAN 1 Lhokseumawe.

Selain fokus pada literasi digital, kegiatan ini juga menyisipkan pembahasan strategis mengenai Tes Akademik Akhir (TKA). 

Para guru mendiskusikan berbagai strategi untuk meningkatkan nilai TKA siswa di tahun 2026, termasuk cara menganalisis indikator-indikator pembelajaran yang masih lemah. Dari hasil analisis tersebut, guru diharapkan dapat menyusun rencana pembelajaran yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Yuverni Selvy, S.Si., M.Pd., sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum  dan bertindak sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa pengenalan coding kepada guru bukan bertujuan mereka menjadi programmer, melainkan untuk melatih pola pikir.

"Tujuan diperkenalkannya coding adalah agar guru memiliki kemampuan berpikir logis, kreatif, dan sistematis. Coding melatih cara berpikir dalam menyelesaikan suatu masalah. 

Melalui pembelajaran ini, guru diharapkan mampu mengembangkan kompetensi berpikir terstruktur yang dapat diterapkan langsung dalam proses pembelajaran," ujar Yuverni.

Ia menambahkan bahwa computational thinking memiliki hubungan yang sangat erat dengan dinamika kelas. Metode ini membantu guru memecahkan masalah secara sistematis dengan mengurai persoalan kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana, sehingga mudah dipahami dan diselesaikan.

"Penerapan computational thinking tidak hanya bermanfaat bagi guru, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan logis pada peserta didik. Dengan demikian, guru tidak sekadar mengajarkan materi, tetapi juga membimbing siswa agar mampu menemukan solusi terhadap berbagai permasalahan secara mandiri," jelasnya.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret SMAN 1 Lhokseumawe dalam mempersiapkan pendidik yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memastikan peningkatan mutu akademik siswa melalui pendekatan pembelajaran yang lebih modern dan analitis.


Konstributor: Putroe Maghfirah dan Liya Fazila Aqilah Tim Jurnalistik  Smansa Lhokseumawe 

Berita Terkait

Posting Komentar

0 Komentar