Foto Dokumen Pribadi
Oleh: Mukhlis. S.Pd., M.Pd.
Besok, Senin, 13 Juli 2026, merupakan hari pertama sekolah bagi setiap jenjang pendidikan. Hal ini terasa sebagai pengalaman baru yang dialami oleh calon siswa baru. Ada banyak pikiran yang melintas dalam benak mereka, sekaligus perasaan yang teraduk-aduk mengenai sekolah baru, teman baru, dan guru baru.
Bagi sebagian orang tua, muncul keraguan ketika anak harus berpindah lingkungan belajar. Mulai dari rasa takut anak akan diganggu, menjadi korban bullying, hingga kekhawatiran tidak diterima di lingkungan sekolah yang baru.
Untuk menghindari dan menghadapi kecemasan tersebut, Dinas Pendidikan Aceh melalui surat edarannya mengimbau dan mengajak para orang tua untuk mengantar anaknya pada hari pertama sekolah, khususnya bagi siswa baru.
Proses masuk dan diterima di sekolah baru, apalagi di sekolah favorit, membutuhkan pengorbanan yang luar biasa, terutama dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berlangsung selama ini.
Lebih lanjut, pemerintah juga memberikan dispensasi keterlambatan masuk kerja atau kantor bagi orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah pada hari pertama.
Pertanyaan yang menjadi topik tulisan ini adalah, "Perlukah orang tua mengantarkan anaknya pada hari pertama sekolah di tempat baru?" Jawabannya adalah sangat perlu. Hal ini dipengaruhi oleh faktor psikologis setiap anak ketika berinteraksi dengan lingkungan, teman baru, guru baru, dan sistem belajar yang baru.
Membangun Kesiapan Mental Melalui Pendampingan
Malam sebelum hari pertama sekolah di tempat baru, biasanya ada beban jiwa yang dialami setiap siswa. Mereka sering terbawa dalam dunia imajinasi tentang teman baru, guru baru, dan lingkungan baru.
Perasaan campur aduk seperti itu perlu diluruskan dan diarahkan bahwa tempat baru yang akan dihadapi tidak seseram dan tidak seindah yang dibayangkan. Di sinilah orang tua diminta hadir untuk mendampingi anaknya pada momen-momen penting seperti ini.
Secara psikologis, siapa saja, baik ibu maupun ayah, boleh mendampingi anaknya pada hari pertama sekolah. Kedua sosok ini menjadi penting pada hari tersebut karena hanya merekalah yang mampu memberi pencerahan kepada siswa tentang profil sekolah, aturan, budaya, bahkan prestasi yang dimiliki oleh sekolah tersebut.
Pada saat pihak sekolah melakukan sosialisasi tentang kurikulum, budaya, dan tata tertib kepada orang tua secara detail, hal ini memberikan pengetahuan awal kepada orang tua tentang profil sekolah tempat anaknya akan belajar selama 3 atau 6 tahun ke depan.
Memiliki pengetahuan awal tentang profil sekolah oleh orang tua merupakan bentuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dari rumah, sebelum siswa dikenalkan secara detail oleh pihak sekolah. Ini penting untuk dipahami dan ditanamkan pada calon siswa baru.
Selanjutnya, bagi sekolah, menyambut siswa baru di awal tahun merupakan rutinitas yang dilaksanakan setiap tahun. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan No. 12 Tahun 2026 telah memberikan acuan yang sesuai, berbudaya, dan menumbuhkan karakter baik bagi calon siswa baru melalui kegiatan MPLS.
Berbagai kegiatan telah diturunkan dalam agenda MPLS selama satu minggu pembelajaran. Kegiatan itu telah terjadwal sesuai dengan yang diharapkan, baik pengenalan lingkungan sekolah, guru, tenaga kependidikan (tendik), maupun budaya sekolah.
Pihak sekolah jauh-jauh hari sudah menyiapkan progres ini. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah akan dilaksanakan secara bermartabat, terhindar dari bullying dan perploncoan. Semua kegiatan MPLS dikontrol dan dikoordinir oleh panitia sekolah yang ditunjuk.
Penutup
Sebagai penutup dari tulisan singkat ini, penulis mengajak Bapak/Ibu wali siswa baru untuk besok, pada hari pertama sekolah, mari sama-sama mendampingi anak-anak kita untuk belajar di sekolah baru, dengan guru baru, lingkungan baru, dan teman baru.
Pendampingan ini adalah wujud nyata dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang sudah disampaikan kepada siswa sebelum hari pertama sekolah dimulai.
Penulis adalah Mahasiswa Doktoral Program Studi Islam UINSUNA dan Guru SMA Negeri 1 Lhokseumawe

0 Komentar