GEBASACEH 2026, Mahasiswa PBSA UNIKI Tampilkan Kreativitas Bahasa, Sastra, dan Budaya Aceh

 


Foto: Dokumen Pribadi

Sastrapuna. com Bireuen, 9 Juli 2026 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh (PBSA), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), sukses menggelar Gelar Ekspresi Bahasa dan Sastra Aceh (GEBASACEH) 2026 pada Kamis, 9 Juli 2026 di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bireuen. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas, kemampuan seni, serta kecintaan terhadap bahasa, sastra, dan budaya Aceh melalui berbagai pertunjukan.

GEBASACEH 2026 merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan secara mandiri oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik sekaligus project akhir dari beberapa mata kuliah, yaitu Mendongeng, Seumapa, Sandiwara, dan Busana Aceh.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, unsur pemerintah daerah, dosen, mahasiswa, serta para tamu undangan. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I UNIKI, Ibu Dr. Mai Simahatie, S.E., M.M., Wakil Rektor III UNIKI, Bapak Dr. Kamaruddin, M.M., CRP., CFRM., Dekan FKIP UNIKI, Bapak Dr. M. Taufiq, M.Pd., Wakil Dekan FKIP, Ibu Rahmi, M.Pd., serta Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Bapak M. Tasrief, S.E., M.M.

Turut hadir para dosen pengampu mata kuliah praktik, yaitu Cut Santika, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Mendongeng, Marzuki Umar, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Seumapa, Umul Aiman, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Sandiwara, dan Sarah Nadia, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Busana Aceh. Kegiatan ini juga dihadiri oleh dosen UNIKI, mahasiswa UNIKI, tamu undangan, serta hadirin lainnya.

Kegiatan GEBASACEH 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III UNIKI, Bapak Dr. Kamaruddin, M.M., CRP., CFRM. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa PBSA yang mampu menghadirkan sebuah kegiatan akademik dalam bentuk pertunjukan budaya yang menarik dan edukatif.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa menampilkan berbagai pertunjukan, seperti mendongeng, seumapa (seni berbalas pantun Aceh), sandiwara, dan peragaan busana Aceh. Seluruh penampilan tersebut merupakan hasil dari proses pembelajaran, latihan, dan pendampingan yang dilakukan mahasiswa bersama dosen selama lebih dari empat bulan.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh, Cut Santika, M.Pd., menyampaikan bahwa GEBASACEH merupakan kegiatan yang telah dipersiapkan secara matang karena menjadi pertunjukan perdana yang dilaksanakan secara mandiri oleh mahasiswa Prodi PBSA.

“Pada dasarnya kegiatan ini merupakan project akhir dari setiap mata kuliah praktik. Mahasiswa dan dosen telah belajar serta mempersiapkan kegiatan ini selama lebih dari empat bulan.  

 GEBASACEH menjadi gambaran dari hasil proses pembelajaran tersebut,” ungkapnya.Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan universitas, fakultas, dosen, mahasiswa, panitia, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan kreativitas mahasiswa sekaligus menjaga eksistensi bahasa, sastra, dan budaya Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia GEBASACEH 2026, Nurhadi, mahasiswa Semester IV Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dan kekompakan seluruh mahasiswa PBSA dalam menghadirkan sebuah pertunjukan budaya yang bermakna.

Menurutnya, persiapan kegiatan dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari penyusunan konsep acara, latihan setiap penampilan, hingga persiapan teknis pelaksanaan. Seluruh mahasiswa terlibat aktif untuk menyukseskan kegiatan yang menjadi pengalaman berharga bagi Prodi PBSA.

“GEBASACEH ini menjadi pengalaman pertama bagi kami mahasiswa PBSA untuk mengelola sebuah kegiatan pertunjukan secara mandiri. Tentunya banyak tantangan yang kami hadapi, tetapi berkat kerja sama seluruh mahasiswa, arahan dosen, dan dukungan dari berbagai pihak, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Nurhadi.

Ia berharap GEBASACEH dapat menjadi kegiatan yang terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya Aceh. Melalui GEBASACEH 2026, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh FKIP UNIKI menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan calon pendidik bahasa dan sastra Aceh yang profesional serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

Editor: Muklis Puna










Berita Terkait

Posting Komentar

0 Komentar