Muhammad Firas Sabiq, Sosok Siswa SMAN 1 Lhokseumawe yang Tembus Kedokteran USK Melalui Jalur SNBP

 

Foto: Dokumen Pribadi

Lhokseumawe,  Sastrapuna.com Minggu (05/04/2026)  Kabar gembira kembali menyelimuti keluarga besar SMA Negeri 1 Lhokseumawe. Salah satu siswa terbaiknya, Muhammad Firas Sabiq, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan kelulusannya di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

“Firas” begitu ia akrab disapa, merupakan remaja kelahiran Sigli, 26 April 2008. Ia adalah buah hati dari pasangan Bapak Syibran Mulsi, seorang wiraswasta dan Ibu Maulizarni, seorang ibu rumah tangga. Ketekunan dan karakter santun yang melekat pada dirinya kini berbuah manis dengan tiket menuju bangku perkuliahan di universitas impiannya.

Perjalanan Firas di SMAN 1 Lhokseumawe dimulai sejak kelas satu. Menginjak kelas dua, ia memantapkan pilihan pada jurusan IPA khususnya Paket A. Menurutnya, paket ini sangat lengkap dalam menyajikan mata pelajaran sains, sehingga memberikan fleksibilitas tinggi bagi siswa untuk memilih jurusan apa pun di perguruan tinggi.

Lulus di Fakultas Kedokteran bukanlah sebuah kebetulan. Firas mengakui bahwa mempertahankan nilai rapor sejak semester satu hingga lima adalah perjuangan yang berat.

"Tentunya susah dan penuh perjuangan. Saya harus selalu konsisten belajar untuk menjaga nilai. Semua pelajaran harus naik trennya agar rata-ratanya tinggi," ungkapnya. 

Selain aspek akademik, Firas juga menunjukkan kecerdasannya dalam membaca peluang. Menempati posisi Eligible 4 di sekolahnya, ia mencari informasi sebelum menentukan pilihan. 

Mengetahui bahwa peringkat di atasnya tidak mengambil Kedokteran USK, ditambah dengan rekam jejak alumni SMAN 1 Lhokseumawe yang banyak tersebar di sana, membuat keyakinannya semakin bulat.

Meskipun jalur SNBP mengandalkan nilai rapor, Firas tidak mau berpatokan pada hal tersebut. Ia tetap mempersiapkan diri menghadapi ujian tulis (UTBK) dengan mengikuti bimbingan belajar dan rutin mengerjakan tryout sebagai langkah antisipasi jika keberuntungan belum berpihak padanya di jalur undangan.

Di luar kesibukan belajar, Firas adalah sosok yang aktif. Ia tercatat sebagai anggota OSIS di Departemen Ketaqwaan. Baginya, kesibukan organisasi bukanlah penghalang, melainkan sarana belajar manajemen waktu. Ia membagi waktu antara sekolah, organisasi, les di Ganesha Operation (GO), dan program unggulan sekolah dengan seimbang.

"Saya memaksimalkan waktu untuk belajar dan main agar tidak terjadi burnout (stres berlebih)," ungkapnya saat menceritakan rahasia keseimbangan.

Ketertarikannya pada bidang biologi dan kemanusiaan menjadi alasan utama ia memilih profesi dokter. Ia berharap di masa depan dapat membantu banyak orang melalui ilmu kedokteran yang akan ia timba di USK.

Kepada adik-adik kelasnya yang ingin mengikuti jejaknya, Firas menitipkan beberapa kiat sukses bahwa “Dalam mengejar ini semua kita tetap harus rajin belajar, bagusin nilai dari kelas 1(harus makin naik nilainya), kasih waktu main juga karna kalo belajar selalu takutnya burnout nanti, banyakin berdoa sama beribadah juga biar dimudahkan oleh Allah jalannya, dan jangan lupa saat pilih jurusan liat-liat juga kawan ambil kemana, harus realistis, kalo eligible diatas kita ada yang ambil jurusan yang sama kita harus ngalah, soalnya kemungkinan lewatnya tu jadi kecil, intinya harus liat-liat peluang sama harus realistis biar bisa lulus snbp” ungkapnya. 

“Saya juga berterima kasih kepada guru-guru karena telah membimbing saya dalam memilih jurusan dan memahami pelajaran agar nilai saya menjadi bagus, dan terimakasih juga kepada semua yang telah mensupport dalam mencapai impian” lanjutnya. 

Keberhasilan Muhammad Firas Sabiq ini menjadi bukti bahwa dengan konsistensi, strategi yang tepat, dan doa orang tua, impian setinggi apa pun dapat diraih. Selamat berjuang di dunia kedokteran, Firas! 

Kontributor: Barda Shafia (Jurnalis SMAN 1 Lhokseumawe) 









Berita Terkait

Posting Komentar

0 Komentar