Foto: Dokumen Pribadi
Lhokseumawe. Sastrapuna.com Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk Customs Goes to School (CGTS) di SMA Negeri 1 Lhokseumawe, Senin (20/4/2026).
Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai fungsi kepabeanan dan cukai ini berlangsung di Ruang Komite SMAN 1 Lhokseumawe.
Tembus Seleksi PT Panasonic Manufacturing Indonesia, Dua Siswa SMK N 1 Dewantara Harumkan Nama Aceh
Perwakilan KPPBC Lhokseumawe, M. Saputra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa edukasi ini penting agar para siswa memahami peran Bea Cukai dalam menjaga perbatasan negara serta mengatur peredaran barang-barang tertentu.
“Kami datang hari ini ingin berbagi ilmu kepada adik-adik SMA Negeri 1 Lhokseumawe agar bisa disampaikan kembali kepada teman-teman yang lainnya. Kami akan menjelaskan bagaimana perbedaan barang yang terkena cukai dan barang-barang yang dilarang untuk masuk ke wilayah Indonesia,” ujar M. Saputra di hadapan para siswa.
Senada dengan hal tersebut, pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 1 Lhokseumawe, Mukhlis, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa kesempatan ini merupakan momen langka bagi siswa untuk mengenal lebih dekat institusi negara yang selama ini mungkin hanya dilihat dari luar.
"Kalian semua hari ini berhasil menjadi perwakilan dari teman-teman lainnya. Jika kita berjalan di depan kantor Bea Cukai, pasti akan terpikir ada apa di dalamnya, bagaimana isinya, dan seterusnya. Maka hari ini akan dijawab semuanya oleh Tim Bea Cukai Kota Lhokseumawe dan diharapkan untuk didengar dengan saksama," kata Mukhlis.
Dalam paparan materinya, tim Bea Cukai Lhokseumawe menjelaskan secara mendalam mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) instansi tersebut, termasuk sistem kerja dan pengawasan yang dilakukan.
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah mengenai pengenalan barang kena cukai. Para siswa diberikan penjelasan teknis mengenai perbedaan antara rokok legal dan ilegal. Hal ini dapat diidentifikasi melalui keaslian dan keberadaan pita cukai yang dilekatkan pada kemasan rokok.
Melalui program Customs Goes to School ini, diharapkan para siswa dapat menjadi duta informasi bagi lingkungan sekitar dalam menekan peredaran barang-barang ilegal yang merugikan negara.
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif di mana para siswa terlihat antusias melontarkan pertanyaan seputar prosedur kepabeanan dan pencegahan penyelundupan barang di wilayah Aceh.
Konstributor: Kirana Putri Andriani Tarigan ( Tim Jurnalistik Smansa)

0 Komentar