Foto;Dokumen Pribadi
Lhokseumawe, 06 Maret 2026. Sastrapuna.com Suasana bulan suci Ramadan di SMA Negeri 1
Kota Lhokseumawe tahun ini terasa begitu hidup dan penuh ilmu. Melalui program
unggulan bertajuk RANUB, pihak sekolah menyelenggarakan rangkaian kegiatan
keagamaan yang puncaknya diisi dengan talkshow inspiratif mengenai pelajaran
fikih. Acara yang berlangsung di lingkungan sekolah ini menghadirkan dua pakar
dari Pesantren Budi Mesra Kota Samalanga, sebuah lembaga pendidikan Islam
ternama di Aceh.
Acara yang dipandu langsung oleh Ketua OSIS SMAN 1 Lhokseumawe, Muhammad
Dava Rafsanjani, ini menghadirkan dua pemateri utama, yaitu Tgk. Maulana
Mulkan, S.Sos. dan Tgk. Hery Qusyri, S.H. Keduanya mengupas tuntas tema yang
sangat krusial namun sering dianggap remeh dalam keseharian, yaitu Thaharah
atau bersuci.
Dalam sesi pemaparan materi, Tgk. Maulana Mulkan menekankan bahwa
Thaharah bukan sekadar rutinitas membersihkan badan. Secara syariat, Thaharah
adalah proses menyucikan diri dari hadas (baik hadas kecil maupun besar) serta
najis yang menempel pada tubuh, pakaian, hingga tempat pelaksanaan ibadah.
“Banyak dari kita yang sudah bertahun-tahun salat, namun seringkali
lupa memperhatikan keabsahan cara bersucinya. Padahal, Thaharah adalah kunci
utama diterimanya sebuah amal ibadah. Jika bersucinya belum benar, maka
ibadahnya pun terancam tidak sah,” ujar Tgk. Maulana di hadapan ratusan siswa
yang menyimak dengan saksama.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan secara teknis mengenai pembagian air,
mulai dari air yang suci lagi menyucikan (Mutlaq) hingga air yang terkena najis
(Mutanajis). Beliau juga memberikan edukasi praktis mengenai cara berwudhu yang
sempurna sesuai sunnah, serta bagaimana membedakan berbagai jenis najis
(mukhaffafah, mutawassithah, dan mughalladhah) beserta cara menyucikannya dengan
benar.
Antusiasme siswa SMAN 1 Lhokseumawe meledak saat sesi tanya jawab
dibuka. Banyak siswa yang mengajukan pertanyaan kritis, mulai dari bagaimana
hukum bersuci saat sedang bepergian jauh, lalu bagaimana cara yang benar dalam
berwudhu, hingga cara menyucikan saat terkena najis dari bayi perempuan.
Untuk mencairkan suasana dan menguji daya serap siswa, kedua pemateri
juga memberikan kejutan berupa sesi kuis yang menarik. Pertanyaan-pertanyaan
seputar rukun wudhu, hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat terkena hadas
besar, hingga apa hukum air bekas Air Conditioner (AC) dilemparkan
kepada audiens. Sorak sorai terdengar ketika beberapa siswa berhasil menjawab
dengan tepat dan langsung mendapatkan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi
atas ketangkasan mereka dalam menyimak dan memahami materi fikih tersebut.
Di penghujung acara, suasana haru bercampur bangga menyelimuti lokasi
kegiatan. Sebagai bentuk penghormatan dari para tamu dari Pesantren Budi Mesra,
beberapa Ustadz sekaligus guru sebagai perwakilan, menyerahkan cendramata kepada
pihak sekolah SMAN 1 Kota Lhokseumawe.
Kegiatan RANUB ini ditutup secara resmi dengan sesi foto bersama.
Kepala SMAN 1 Kota Lhokseumawe Ibu Aiza Fitriana, S.Si., M.Pd. bersama para
pemateri berdiri berdampingan sebagai simbol kuatnya sinergi antara pendidikan
formal dan pendidikan karakter berbasis agama.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Lhokseumawe berharap para siswanya tidak
hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan
pemahaman agama yang benar, dimulai dari hal paling mendasar yaitu dengan
menjaga kesucian diri.
Konstributor: Masyitah Inayah ( TIM Jurnalis SMA N 1 Lhokseumawe

0 Komentar