Muklis Puna
Pelangi tersangkut di kaki matahari
Musafir menepis kabut, napas berkeluh
Pasukan putih menyongsong angin rawa
Kepak sayap peras napas di kerongkongan pekat
Senja rawan mengendap duka
Tanduk iblis busurkan godaan
Di remang, kutambal jubah lumut abu
Mata saga kawal darah dalam nadi
Angan berkelana di jejak lumpur
Angin tiup bara, bakar kemarau di tenggorokan
Perempuan tua sodorkan susu cawan dosa
Aku terbius maya di batas masa
Senja samar di ujung hari
Bayang titian peras keringat dingin
Waktu telah berpaling muka
Bulan seret matahari, tebar jaring bayang
Sendiri meradang dalam kelam
Jemari kulipat hitung lorong kususur
Imajinasi berselingkuh dengan sukma
Halusinasi bersekongkol jegal harapan
Masa mengulur waktu fana
Musuh darah kabur di pangkal nadi
Penyesalan datang menyeret duka
Banda Aceh, 7 Februari 2026
0 Komentar