SMAN Modal Bangsa Arun Lhokseumawe Cetak Calon Penulis Muda, Bedah Trik Menulis Cerpen Hanya dalam 2 Hari

 


Foto: Dokumen  Pribadi

Lhokseumawe  Sastrapuna.com — Aroma literasi tengah menyeruak di lingkungan SMAN Modal Bangsa Arun, Lhokseumawe. Sebanyak 36 siswa pilihan tampak khusyuk memenuhi ruang perpustakaan sekolah, Rabu (4/11/2026).

Bukan sekadar duduk mendengarkan teori, puluhan pelajar cerdas ini tengah mengikuti pelatihan intensif menulis cerita pendek (cerpen) yang dirancang untuk melahirkan sebuah karya nyata: sebuah buku antologi cerpen karya siswa.

Berlangsung selama dua hari, yakni pada 4 hingga 5 November 2026, kegiatan ini menghadirkan sosok yang tidak asing lagi di dunia sastra Aceh, Mukhlis, S.Pd., M.Pd., atau yang lebih akrab disapa Muklis Puna.

Kehadiran sang sastrawan dan pendidik ini langsung menghidupkan suasana. Mengusung materi bertajuk "10 Langkah Tepat Menghasilkan Cerpen dalam 2 Hari", Mukhlis membagikan berbagai tips dan trik praktis yang disesuaikan dengan beragam genre tulisan.

Fokus pada Praktik, Bukan Sekadar Teori

Bagi Mukhlis, mengajarkan sastra kepada generasi muda tidak boleh terjebak pada tumpukan konsep teoretis yang kaku. Ia meyakini bahwa kunci utama menumbuhkan minat tulis adalah dengan langsung membawa siswa terjun ke dalam praktik.

"Setiap pelatihan yang diberikan harus difokuskan pada praktik menulis, bukan pada konsep semata," ujar Mukhlis di sela-sela sesi bimbingan.

Pendekatan taktis ini terbukti ampuh membakar antusiasme para peserta. Suasana di ruang perpustakaan terasa dinamis. Para siswa tampak aktif menyimak, mencatat, sekaligus merangkai kata demi kata dengan panduan teknik yang dinilai sangat aplikatif.

Salah seorang siswa peserta pelatihan mengaku terkejut dengan metode yang diajarkan. Menurutnya, teknik yang diberikan oleh sang pemateri membalikkan asumsi lamanya mengenai rumitnya proses menulis fiksi.

"Awalnya saya pikir menulis cerpen itu rumit. Tapi dengan teknik ini, langkah-langkahnya menjadi sangat mudah dipahami dan direalisasikan. Setiap langkah dikupas mulai dari pengembangan karakter tokoh, alur, hingga pengelolaan konflik dalam cerita," ungkapnya antusias saat ditemui awak media.

Cetak Garda Depan Literasi Sekolah

Sementara itu, Kepala SMAN Modal Bangsa Lhokseumawe, Nurasmah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari langkah strategis sekolah untuk menumbuhkan budaya literasi, khususnya di bidang penyiapan karya tulis kreatif.

Ia menargetkan, dari durasi pelatihan yang hanya berjalan dua hari ini, para siswa mampu menelurkan sebuah produk nyata berupa buku antologi cerpen.

"Melalui kegiatan ini, kita ingin melahirkan produk berupa antologi cerpen. Harapannya, karya ini nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan tersendiri, tetapi juga dapat menjadi motivasi serta referensi berharga bagi siswa-siswi lain di sekolah ini," pungkas Nurasmah.

Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan geliat sastra lokal seperti ini, SMAN Modal Bangsa Arun Lhokseumawe optimis mampu terus mencetak bibit-bibit penulis masa depan yang siap meramaikan panggung literasi nasional.

Editor: Redaksi  Sastrapuna.com 

Berita Terkait

Posting Komentar

0 Komentar