Foto : Dokumen Pribadi
Oleh: Risya Maharaja
Kehabisan ide adalah hal yang lumrah terjadi pada banyak penulis, mulai dari pemula hingga penulis yang sudah bertahun-tahun menulis dan telah menerbitkan banyak buku. Jadi, tidak perlu khawatir akan hal ini karena bukan hanya kamu yang mengalaminya. Untuk mengatasinya, mari kita cari tahu asal-usul atau penyebab kehabisan ide dalam membuat cerita. Sedang tidak mood dan kelelahan adalah dua dari banyak alasan yang ada.
Setelah mengetahui dua dari sekian banyak alasan tersebut, kehabisan ide dalam membuat cerita dapat menyebabkan alur cerita terputus, alur menjadi tidak jelas, serta kesulitan menemukan kata-kata untuk mengakhirinya. Karena itulah, kita sebagai penulis harus menghindari hal ini agar tidak kehabisan ide ketika membuat cerita.
Agar pembahasan tidak melebar ke mana-mana, penulis akan memaparkan tulisan ini menjadi beberapa judul yang menerangkan penyebab dan solusinya sebagai berikut: 1) kurangnya membaca, 2) tidak mempelajari tata cara membuat cerita, 3) putusnya ide atau ngestuck, 4) merasa kurang atau tidak percaya diri, dan 5) alur cerita tidak jelas.
1) Kurangnya Membaca
Kurangnya membaca terjadi karena penulis malas membaca buku cerita, baik cerpen, novel, maupun buku cerita lainnya. Penyebab kurangnya membaca, selain rasa malas, adalah hanya membaca dari satu sudut pandang. Hal ini juga dapat menyebabkan kehabisan ide dalam membuat cerita karena sebuah cerita tidak boleh ditulis hanya dari satu sudut pandang.
Selain menyebabkan kehabisan ide dalam membuat cerita, membaca buku dari satu sudut pandang atau hanya karya satu penulis dapat membuat penulis berputar di tempat yang sama karena suatu masalah tidak dapat diselesaikan hanya dari satu sudut pandang. Kita harus memiliki sudut pandang kedua agar dapat menengahi suatu masalah. Begitu juga dalam membaca buku. Walaupun membaca banyak buku, jika semuanya dari satu penulis, kita hanya akan terpaku pada penulis tersebut.
Keadaan kehabisan ide atau tiba-tiba tidak dapat
melanjutkan tulisan sering disebut writer’s
block. Keadaan ini wajar dialami oleh seorang penulis, bahkan penulis yang
telah menulis selama bertahun-tahun. Walaupun hal ini lumrah, tidak semua
penulis dapat segera menyadari bahwa mereka sedang mengalami writer’s block (kehabisan ide). Mungkin
tips ini dapat membantumu! (Oleh: Idebuku.id)
2) Tidak Mempelajari Tata Cara Membuat Cerita
Ketidakjelasan alur cerita biasanya terjadi pada penulis yang baru mulai menulis (penulis pemula). Biasanya, mereka terburu-buru dalam membuat cerita dan terkadang mengulang kata-kata yang sama atau bisa dibilang bertele-tele. Karena terlalu terburu-buru, hal ini dapat menyebabkan alur cerita menjadi tidak jelas. Selain itu, penulis pemula terkadang berhenti menulis karena belum mempelajari tata cara membuat cerita.
3) Putusnya Ide atau Hilangnya Arah Cerita
Putusnya ide atau hilangnya arah cerita biasanya terjadi akibat kelelahan, kehilangan mood, atau tidak membuat konsep cerita terlebih dahulu. Hal ini mengakibatkan terputusnya cerita dalam proses menulis. Kelelahan biasanya terjadi karena tidak berhenti sejenak ketika menulis atau memikirkan apa yang ingin ditulis.
Kehilangan mood juga menjadi salah satu faktor terjadinya putus ide dalam proses pembuatan cerita dan tidak jauh berbeda dengan kelelahan atau alasan sebelumnya. Sementara itu, tidak membuat konsep cerita memiliki sebab dan akibat yang sama seperti yang dijelaskan pada paragraf sebelumnya. Jadi, agar pembahasan tidak berulang, penulis tidak akan membahasnya dua kali. Agar permasalahan yang sudah disampaikan di atas jelas dan mudah dipahami pembaca, penulis perlu menyampaikan solusi untuk hal tersebut. Adapun solusi tersebut meliputi:
Membaca banyak buku cerita, mempelajari tata cara membuat cerita, dan mencari ide ketika kehilangan arah cerita. Adapun solusi pertama ialah membaca banyak buku novel dan tidak hanya dari satu sudut pandang, seperti yang diterangkan pada paragraf sebelumnya. Hal ini dapat menambah wawasan, menambah ide, dan membuka dunia lebih luas. Selain itu, membaca juga terkadang dapat meningkatkan mood serta menjadi hobi yang bermanfaat. Dengan banyak membaca buku, pembaca dapat mengambil referensi kejadian sebagai bahan untuk cerita yang akan dibuat.
Mempelajari struktur sebelum membuat cerita, seperti judul di atas, kita harus mempelajari struktur sebelum membuat cerita karena hal itu akan membuat alur cerita menjadi jelas dan tidak bertele-tele atau mengulang kata yang sama berkali-kali. Hal ini juga dapat membuat cerita memiliki banyak plot atau klimaks, atau mungkin kita dapat membuat alur ceritanya lebih menarik karena memiliki alur yang jelas dan mudah dipahami. Adapun cara membuat struktur cerita bisa dimulai dengan rumus berikut tokoh tujuan penghalang. Ini adalah versi sederhananya karena penulis tidak membahas hal tersebut lebih lanjut.
3) Istirahat Sejenak dari Menulis
Terlalu banyak menulis dapat menyebabkan kelelahan, dan kelelahan dapat menyebabkan putusnya ide ketika menulis. Untuk mengatasi masalah ini, kalian dapat melakukan aktivitas atau rutinitas lain, baik di dalam maupun di luar rumah. Kalian juga dapat menjernihkan pikiran dengan tidur, kemudian melanjutkan menulis cerita setelah beristirahat. Kegiatan di luar rumah yang bisa dilakukan antara lain bermain bola, berolahraga, jogging, dan lain-lain. Sementara itu, kegiatan di dalam rumah dapat berupa mendengarkan musik, membaca buku, membersihkan sesuatu, dan kegiatan lain yang biasa dilakukan di rumah.
Simpulan:
Apabila permasalahan yang dibahas dalam artikel di atas tidak diselesaikan atau masih mengalami kendala, Cerita akan terlihat tidak menarik dan tidak ada yang mau membacanya karena cerita tidak beraturan dan tidak jelas. Selanjutnya, Orang yang ingin belajar menulis akan mengurungkan niatnya karena merasa tulisannya jelek dan mendapat kritik.
Penulis: Santri MTs Kelas IX, Pesantren Modern
Misbahul Ulum.

0 Komentar