Foto: Dibuat Ai
Muklis Puna
Di sini, hening membeku
Deru mesin menggerus sepi
Pengemis tertidur di tepi jalan
Lampu jalanan mendesah, dibuai bulan
Deru mesin menggerus sepi
Pengemis tertidur di tepi jalan
Lampu jalanan mendesah, dibuai bulan
Di sini...
Di pinggang malam yang kelam
Para garong menyergap kota
Mencari lengah, mencuri harta
Mencongkel sendi peradaban
Sementara fajar merayap pelan
Kotaku sunyi senyap
Pejabat terlelap dalam mimpi
Gelandangan memikul gubuk reot
Mencari sandaran, melepas letih
Telapak kaki bernyanyi sayup-sayup
Pejabat terlelap dalam mimpi
Gelandangan memikul gubuk reot
Mencari sandaran, melepas letih
Telapak kaki bernyanyi sayup-sayup
Tentang pagi yang enggan tiba
Tentang lambung perih melilit
Tentang lampu merah yang redup
Tentang maaf pemilik warung yang tulus
Tentang kulit bersalut daki dan noda
Tentang lambung perih melilit
Tentang lampu merah yang redup
Tentang maaf pemilik warung yang tulus
Tentang kulit bersalut daki dan noda
Di sini hanya hening
Tikus-tikus kota menguasai malam
Bercengkrama dengan sisa nasi basi
Mencumbui sampah dalam sepi
Tikus-tikus kota menguasai malam
Bercengkrama dengan sisa nasi basi
Mencumbui sampah dalam sepi
Di sini, hanya sunyi
Lhokseumawe, 14 Juli 2026

0 Komentar