Penutupan MPLS Ramah dan Edukatif di SMAN 1 Lhokseumawe, Disambut Hangat Ratusan Siswa Baru

 



Foto: Dokumen Pribadi 

 Lhokseumawe, Sastrapuna.com Sabtu, 18 Juli 2026  Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Lhokseumawe resmi berakhir pada hari Sabtu, 18 Juli 2026. Setelah berlangsung selama 7 hari, kegiatan penutupan berlangsung yang mengusung konsep ramah, aman, dan edukatif ini berlangsung meriah serta penuh keakraban, menandai kesiapan ratusan siswa baru untuk memulai perjalanan akademik mereka.










Kegiatan hari terakhir ini diawali sejak pagi dengan senam bersama di lapangan sekolah. Seluruh peserta MPLS tampak antusias dan bersemangat mengikuti gerakan instruktur, menciptakan suasana yang sehat dan ceria sebelum memasuki acara inti.

​Setelah senam, suasana berubah khidmat saat pelaksanaan apel penutupan. Kepala SMAN 1 Lhokseumawe, Ibu Aiza Fitriana, S.Si., M.Pd., dalam amanatnya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Beliau menekankan pentingnya adaptasi yang positif di lingkungan sekolah yang baru.



​“Kami menyambut hangat kehadiran seluruh siswa baru di keluarga besar SMAN 1 Lhokseumawe. Melalui MPLS yang ramah dan edukatif ini, kami berkomitmen untuk menyediakan lingkungan belajar yang aman, mendukung potensi anak, serta bebas dari segala bentuk kekerasan,” ujar Ibu Aiza Fitriana dalam sambutannya.

Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup, acara dilanjutkan dengan aksi melestarikan lingkungan. Setiap siswa baru menanam tanaman yang telah mereka bawa masing-masing dari rumah ke area sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab siswa terhadap keasrian sekolah SMAN 1 Lhokseumawe.



​Kemeriahan semakin memuncak saat memasuki pertunjukan melalui demonstrasi ekstrakurikuler. Para siswa baru disuguhkan penampilan memukau dari beberapa ekstrakurikuler yang dimulai dari penampilan tari yang menampilkan keindahan budaya, simulasi kesiapsiagaan dari Palang Merah Remaja (PMR), serta ketangkasan dan kedisiplinan dari anggota Pramuka SMAN 1 Lhokseumawe. Demostrasi ini sukses memantik ketertarikan siswa baru untuk aktif berorganisasi nantinya.










​Salah satu inovasi penting yang dihadirkan dalam penutupan MPLS tahun ini adalah peluncuran aplikasi Anti bullying di lingkungan sekolah. Aplikasi ini diluncurkan sebagai langkah tegas dan ruang aman bagi siswa untuk melaporkan tindakan perundungan secara cepat dan terjaga privasinya, sekaligus menegaskan status SMAN 1 Lhokseumawe sebagai sekolah yang ramah anak dan anti perundungan.

​Rangkaian hari terakhir MPLS ditutup dengan pengumuman pembagian kelas. Didampingi oleh wali kelas, ratusan siswa baru tersebut kemudian diarahkan untuk menuju ruang kelas masing-masing dan melaksanakan sesi perkenalan langsung bersama wali kelas mereka. Pertemuan perdana ini menjadi awal yang manis bagi siswa untuk membangun komunikasi dan persiapan belajar yang efektif mulai minggu depan.

Asmiranda Boru Nasution dan Cut Meisarah, dua siswi MPLS SMAN 1 Lhokseumawe mengatakan bahwa rangkaian kegiatan dinilai sangat seru dan bervariasi, dengan hari ketiga sebagai momen paling menantang karena adanya latihan PBB bersama pihak TNI dan para anggota dari ekstrakurikuler Paskibraka, serta hari terakhir sebagai puncak acara yang paling berkesan berkat demonstrasi berbagai ekstrakurikuler.










Dalam wawancara tersebut, kedua siswi baru juga menyampaikan kesan dan pesan terhadap panitia OSIS yang sudah menemani masa MPLS mereka selama tujuh hari. Keduanya sama-sama menaruh harapan besar agar di masa depan mereka bisa bergabung dengan OSIS dan berganti peran menjadi pengisi acara yang tampil menghibur adik-adik kelasnya pada MPLS mendatang. Dengan demikian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah SMAN 1 Lhokseumawe ditutup dengan sambutan yang hangat dari para siswa-siswi baru.

Konstributor: TIM Jurnalistik SMA Negeri 1 Lhokseumawe

 










Berita Terkait

Posting Komentar

0 Komentar