Foto: Dokumen Pribadi
Trieggadeng. Sastrapuna.com. Selasa 28 Juli 2026– Rangkaian kegiatan sosialisasi dan lomba edukatif berlangsung meriah di SD Negeri 4 Trienggadeng, Pidie Jaya, pada 15-17 Juli 2026.
Kegiatan yang digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) USK Reguler-36 Tahun 2026 ini menjadi wujud nyata kontribusi generasi muda dalam mendukung pendidikan karakter dan kesiapsiagaan bencana sejak dini.
Kegiatan bertajuk "Manifestasi Mahasiswa Kreatif" ini tidak hanya sekadar mengisi waktu luang siswa, melainkan dirancang sebagai media pembelajaran interaktif. Di bawah supervisi Muhammad Idham S.Pd., M.Ed., para mahasiswa menghadirkan materi yang relevan dengan kebutuhan anak-anak di era modern, mulai dari pelestarian lingkungan hingga mitigasi bencana geologis.
Dea Ananda Islami, salah satu kontributor kegiatan, memimpin pelatihan pembuatan eco print bagi siswa. Melalui teknik mencetak motif alami menggunakan daun dan bunga pada kain, siswa diajak memahami konsep daur ulang dan kreativitas berbasis alam.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan motorik halus sekaligus menanamkan kesadaran pelestarian lingkungan secara praktis dan menyenangkan.
Sementara itu, Annisa Aprilia mengusung program "Kelas Komunikasi Cilik". Program ini dirancang khusus untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi verbal siswa.
Melalui berbagai permainan peran dan presentasi sederhana, siswa dilatih untuk menyampaikan gagasan dengan jelas, berani tampil di depan umum, serta mengembangkan bakat yang selama ini mungkin belum tergali optimal.
Siswa SMA N 1 Lhokseumawe Dominasi Kejuaraan Karate Daerah, Borong Lima Medali Emas di Pidie
Aspek kesiapsiagaan bencana juga menjadi fokus utama dalam rangkaian kegiatan ini. Mengingat lokasi Aceh Besar yang rawan terhadap bencana geologis, Salvara Arbi dan Sayed Ali Ridha menyajikan materi mitigasi yang dikemas sesuai daya tangkap anak sekolah dasar.
Salvara Arbi menyampaikan materi mengenai mitigasi bencana banjir melalui pemasangan poster edukasi interaktif, serta mengadakan kuis seru tentang gempa bumi dan gunung api. Pendekatan visual dan gamifikasi ini terbukti efektif membuat siswa antusias menyimak informasi keselamatan yang biasanya dianggap berat.
Senada dengan hal tersebut, Sayed Ali Ridha membawa program "Geosains Go to School". Ia mengenalkan struktur bumi dan fenomena bencana alam dengan bahasa yang sederhana. Siswa diajak memahami mengapa gempa bisa terjadi dan bagaimana cara menyelamatkan diri yang benar, sehingga pengetahuan teoritis dapat langsung dipraktikkan jika situasi darurat benar-benar terjadi.
Penutupan MPLS Ramah dan Edukatif di SMAN 1 Lhokseumawe, Disambut Hangat Ratusan Siswa Baru
Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah festival perlombaan yang mempertandingkan kreativitas dan kerja sama tim. Kompetisi ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar, sportivitas, dan solidaritas antar-siswa di luar jam pelajaran formal.
Muhammad Idham S.Pd., M.Ed., selaku supervisor, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN USK Reguler-36. Menurutnya, integrasi antara edukasi lingkungan, komunikasi, dan mitigasi bencana dalam satu paket kegiatan adalah pendekatan holistik yang sangat dibutuhkan sekolah dasar saat ini.
Para mahasiswa berharap, kerja sama yang telah terjalin antara pihak universitas dan SDN 4 Trienggadeng tidak berhenti sampai di sini. Mereka menginginkan kolaborasi ini dapat berlanjut menjadi program berkelanjutan yang mendukung pengembangan potensi siswa di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, SDN 4 Trienggadeng tidak hanya mendapatkan tambahan wawasan, tetapi juga pengalaman belajar yang berkesan. Siswa pulang dengan bekal pengetahuan baru, keterampilan praktis, dan yang terpenting, kesadaran bahwa mereka adalah bagian penting dari upaya menjaga lingkungan dan keselamatan bersama. (KON/DEA/ANN/SAL/SAY)



0 Komentar