Jejak Emas Saskia Nazela: Dari Lhokseumawe ke Panggung Nasional, Mengukir Prestasi di Tengah Rindu pada Ayah

 


Foto: Dokumen  Pribadi

Oleh: Redaksi Sastrapuna.com

Lhokseumawe, Senin, 13 Juli 2026.Di balik deretan medali emas yang menggantung di lehernya, tersimpan kisah ketangguhan seorang gadis remaja dari Kampung Jawa Lama, Lhokseumawe. 

Namanya Saskia Nazela, siswi kelas XII-5 SMAN 1 Lhokseumawe, yang telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih mimpi setinggi langit.

Bagi Saskia, setiap kode program yang ia tulis dan setiap rumus matematika yang ia pecahkan bukan sekadar tugas sekolah. Itu adalah bentuk bakti dan persembahan terindah untuk kedua orang tuanya, terutama sang ayah, Muhammad Yusuf (Alm.), yang kini telah mendahuluinya menghadap Sang Khalik.

Dedikasi untuk Sang Ayah

Sebagai anak dari pasangan Sri Endang Zulvita dan almarhum Muhammad Yusuf, Saskia tumbuh dalam lingkungan yang mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan namun berorientasi pada keunggulan. Kehilangan sosok ayah menjadi motivasi terbesar baginya untuk terus melangkah maju.

"Saya sangat senang bisa mengikuti berbagai lomba dan mendapatkan prestasi. Ini bukan hanya kebanggaan bagi saya, tetapi juga menjadi hadiah terbaik untuk mengenang jasa dan doa orang tua, khususnya Ayah," ungkap Saskia dengan nada suara yang tenang namun penuh keyakinan.

Baginya, setiap medali adalah bukti bahwa doa seorang ayah yang telah tiada tetap menjadi pelindung dan pendorong langkahnya menuju puncak kesuksesan.

Dominasi di Ajang Sains Nasional

Tahun 2026 menjadi tahun keemasan bagi Saskia. Namanya harum di kancah pendidikan nasional setelah berhasil menyapu bersih medali emas dalam berbagai kompetisi bergengsi yang berlangsung di Yogyakarta.

Catatan prestasinya sungguh mencengangkan. Dalam ajang Kompetisi Sains Pelajar Indonesia (KSPI) 2025, Saskia sudah menunjukkan taringnya dengan meraih Medali Emas bidang Informatika dan Medali Perak bidang Biologi. Tak puas sampai di situ, ia terus mengasah kemampuannya hingga mencapai puncaknya di tahun 2026.

Di tahun ini, Saskia berhasil memborong tiga Medali Emas sekaligus:

1. Medali Emas Informatika pada Kompetisi Sains se-Indonesia.

2. Medali Emas Informatika pada Olimpiade Sains Siswa Nasional (OSSN).

3. Medali Emas Matematika pada ajang yang sama, OSSN 2026.

4. Serta mempertajam rekornya dengan Medali Emas Informatika dalam ajang OLIMNAS 2026.

Konsistensi Saskia dalam menguasai dua bidang sekaligus, yaitu Informatika dan Matematika, menunjukkan kapasitas otak dan kerja keras yang luar biasa. Ia tidak hanya mengandalkan bakat alam, tetapi juga disiplin tinggi dalam belajar.

Pesan untuk Generasi Penerus

Kesuksesan Saskia bukan milik pribadi semata, melainkan inspirasi bagi teman-teman sebaya dan adik-adik kelasnya di SMAN 1 Lhokseumawe. Gadis yang tinggal di kawasan Kampung Jawa Lama ini ingin menyampaikan pesan sederhana namun mendalam.

"Tetaplah semangat dalam menempuh ilmu. Carilah prestasi di manapun kalian berada, karena itu bisa menjadi kebanggaan untuk diri sendiri," pesannya singkat namun padat.

Bagi Saskia, prestasi bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi tentang siapa yang paling konsisten berusaha. Ia berharap, jejak yang ia tinggalkan dapat memicu semangat siswa-siswa lain di Lhokseumawe untuk berani bermimpi dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Kini, Saskia Nazela berdiri tegak sebagai bukti nyata bahwa putra-putri Lhokseumawe mampu bersaing di panggung dunia. Dengan sisa masa sekolahnya di kelas XII, semua mata tertuju padanya, menanti karya-karya berikutnya yang mungkin akan lebih gemilang lagi.



Berita Terkait

Posting Komentar

1 Komentar