Foto: Dokumen Pribadi
Lhokseumawe, Sastrapuna.com. –Bagi sebagian besar siswa tingkat akhir, pengumuman seleksi masuk perguruan tinggi adalah momen yang sangat menentukan arah masa depan.
Hal yang sama dirasakan oleh Siti Aliesha Qanaya, siswi berbakat dari SMAN 1 Lhokseumawe. Namun, bagi Aliesha, perjalanan menuju bangku kuliah bukan sekadar soal angka di atas kertas, melainkan tentang ketangguhan mental dan arti penting sebuah lingkungan yang suportif di sekolah.
Gadis kelahiran Lhokseumawe, 20 Agustus 2008 ini sempat merasakan kekecewaan mendalam ketika namanya tidak tercantum dalam daftar kelulusan jalur SNBP di program studi Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR).
Meski sempat merasa terpuruk, Aliesha justru menemukan perspektif baru di ruang kelasnya. Putri dari pasangan Zulfikar dan Lies Sulyani ini mengaku bahwa kehadiran teman-teman sekelasnya di SMAN 1 Lhokseumawe menjadi penyelamat di masa-masa sulit tersebut.
Ia merasa beruntung memiliki lingkungan yang saling menyemangati, terutama kehadiran sepuluh sahabat dekatnya yang selalu ada baik dalam suka maupun duka.
Baginya, pengalaman emosional tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa lingkungan pertemanan yang positif memiliki pengaruh besar dalam perjalanan hidup seseorang. Aliesha membuktikan bahwa meski tidak aktif dalam organisasi sekolah, prestasi tetap bisa diraih dengan fokus dan konsistensi.
Hal ini dibuktikannya melalui keberhasilan menyabet medali perak dalam ajang Eduexpo Olimpiade Bahasa Inggris Nasional. Di tengah kesibukannya mengejar prestasi akademik, Aliesha tetap meluangkan waktu untuk menyalurkan hobinya menggambar dan bermain gim sebagai cara menjaga keseimbangan antara belajar dan kesehatan mental.
Kini, Aliesha telah menetapkan langkah mantap untuk melanjutkan pendidikan ke President University. Baginya, konsistensi dalam menjaga nilai rapor sejak awal sekolah adalah kunci utama, terutama karena kampus tersebut menyediakan jalur beasiswa berdasarkan prestasi akademik.
Aliesha menekankan pentingnya manajemen waktu yang baik antara belajar dan mengasah kemampuan diri agar tidak hanya terpaku pada satu aspek saja. Strategi ini ia terapkan agar langkahnya menuju cita-cita sebagai seorang Corporate Relations di perusahaan multinasional dapat terwujud di masa depan.
Menatap masa depan dengan optimisme, Aliesha juga menitipkan pesan mendalam bagi adik-adik kelasnya di SMAN 1 Lhokseumawe. Ia berharap para juniornya tidak mudah menyerah saat menghadapi kegagalan, karena setiap kegagalan merupakan bagian dari proses untuk berkembang.
Ia mengingatkan pentingnya memiliki circle pertemanan yang positif karena dukungan dari orang sekitar adalah alasan kuat untuk tetap berdiri tegak dalam mengejar mimpi. Menurut Aliesha, percaya pada diri sendiri dan terus bergerak maju adalah cara terbaik untuk membayar setiap kegagalan yang pernah dialami.
Penulis: Redaksi Sastrapuna.com

0 Komentar