Delapan Santri Misbahul Ulum Berangkat ke Jambore Nasional XII, Membawa Nama Baik Pesantren di Bumi Perkemahan Cibubur

 

Foto: Dokumen Pribadi 

Lhokseumawe. Sastrapuna.com , Kamis 6 Agustus 2026.Semangat kepramukaan kembali bergema di Pesantren Modern Misbahul Ulum. Sebanyak delapan santri terpilih resmi dilepas untuk mewakili Kota Lhokseumawe dalam ajang bergengsi Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.

Prosesi pelepasan yang penuh khidmat tersebut dilaksanakan di kompleks Pesantren Modern Misbahul Ulum, Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kamis pagi (6/8/2026). 

Kepergian mereka menandai sejarah baru, karena tahun ini merupakan kali pertama santri Misbahul Ulum berpartisipasi langsung dalam event nasional tingkat tertinggi ini.

Kedelapan peserta ini akan diberangkatkan pada 10 Agustus 2026 menuju Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta, tempat Jamnas XII berlangsung selama sepuluh hari, mulai 12 hingga 21 Agustus 2026.

Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Ustaz Martunis, S.Pd., Gr., M.Hum., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa lolosnya para santri ke tingkat nasional bukan sekadar pencapaian individu, melainkan kehormatan bagi seluruh civitas akademika pesantren.

"Ini merupakan prestasi yang membanggakan dan menjadi kehormatan bagi Pesantren Modern Misbahul Ulum," ujar Ustaz Martunis di hadapan ratusan santri putra dan putri yang hadir.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kepramukaan di lingkungan pesantren bukan hanya soal keterampilan teknis, melainkan sarana vital pembentukan karakter. 

"Kepramukaan mengandung banyak nilai pendidikan yang bermanfaat bagi pembentukan karakter dan pengembangan diri. Bersungguh-sungguhlah, karena ini adalah bagian dari ibadah menuntut ilmu dan membentuk akhlak mulia," pesannya.

Senada dengan hal itu, Pembina Kepramukaan Misbahul Ulum, Ustaz Darwin, S.Pd., berharap para delegasi mampu menjaga nama baik almamater. Ia juga mengungkap bahwa perjalanan menuju Cibubur tidaklah mudah.

Para santri harus melewati tahapan seleksi ketat, mulai dari pendaftaran daring, tes Safe from Harm, hingga uji kecakapan yang dinilai langsung oleh pembina Pramuka Kota Lhokseumawe.

"Alhamdulillah, tahun ini santri Misbahul Ulum perdana ikuti Jambore Nasional. Mereka juga wajib memiliki Tanda Kecakapan Khusus (TKK) lengkap, menyandang predikat Pramuka Garuda bagi yang mampu, serta telah mencapai Tingkat Terap," jelas Ustaz Darwin.

Ia berpesan agar peserta menampilkan kemampuan terbaik sehingga nama Misbahul Ulum semakin harum di kancah nasional.

Daftar Delegasi dan Tekad Sang Peserta Kontingen Kota Lhokseumawe dari Gugus Depan Misbahul Ulum terdiri dari empat santri putra dan empat santri putri yang berasal dari berbagai kelas.

Santri putra yang berangkat adalah Muhammad Rizki Fatih (kelas 5C), Mulkan Azima (kelas 4A), Ammar Syafiq Aprianda (kelas 4A), dan Fauzul Fikry (kelas 4B). 

Sementara itu, perwakilan putri meliputi Zivanna Mieka Qansha (kelas 4D), Nahrisyah (kelas 4E), Alya Khaira (kelas 4F), dan Rizka Ramadhani (kelas 3F).

Salah satu peserta, Muhammad Rizki Fatih, mengungkapkan rasa syukurnya atas amanah yang diberikan. Setelah melalui proses seleksi yang panjang, ia bertekad memberikan kontribusi terbaik di Cibubur nanti.

"Terima kasih kepada para pembimbing. Kami berkomitmen mengharumkan nama Pesantren pada Jambore Nasional XII Tahun 2026," pungkas Rizki dengan semangat.

Kehadiran Direktur, Wakil Direktur, Majelis Guru, serta dukungan moril dari seluruh warga pesantren menjadi bekal spiritual tersendiri bagi kedelapan santri ini. 

Semoga langkah mereka di Bumi Perkemahan Cibubur tidak hanya membawa pulang lencana atau penghargaan, tetapi juga pengalaman hidup yang memperkaya jiwa kepesantrenan dan kebangsaan. 

Editor: Muklis Puna 










Berita Terkait

Posting Komentar

0 Komentar