Oleh : Fayyadh Arda
Ahmad Julian
Sudrajat, yang kerap dipanggil Ahmad, merupakan salah satu siswa di SMA Negeri
1 Lhokseumawe. Ia adalah putra dari Bapak Agus Sudrajat dan Ibu Rahmah Junina.
Ahmad lahir di Lhokseumawe pada tanggal 9 Juli 2008 dan saat ini tinggal di
Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti.
Ahmad memiliki
beberapa hobi, seperti bermain gim, menonton film, dan bermain futsal. Ia juga
dikenal sebagai siswa yang aktif mengikuti berbagai olimpiade yang
diselenggarakan oleh universitas, khususnya di bidang biologi. Tidak heran jika
ia dikenal sebagai sosok yang gemar belajar.
Safira, Mendobrak Mitos, Merajut Prestasi dari Lhokseumawe hingga ke Jantong Hate Rakyat Aceh
Ahmad menempuh
pendidikan dasar di SD Negeri 3 Lhokseumawe pada tahun 2014, kemudian
melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 1 Lhokseumawe pada tahun
2020. Setelah itu, ia meneruskan pendidikannya di SMA Negeri 1 Lhokseumawe pada
tahun 2023.
Selama
bersekolah di SMA, Ahmad memiliki kebiasaan belajar dengan memahami materi
terlebih dahulu tanpa memaksakan diri untuk belajar setiap hari. Jika terdapat
materi yang belum dipahami, ia akan mengulang kembali pelajaran tersebut di
rumah agar lebih menguasainya. Ahmad juga lebih fokus mempelajari biologi
karena mengikuti ekstrakurikuler OSN Biologi di sekolahnya. Oleh karena itu, ia
sering membaca dan berlatih soal untuk memperoleh hasil yang optimal.
Meskipun tidak
aktif dalam organisasi sekolah, Ahmad sangat aktif mengikuti berbagai lomba,
seperti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN)
selama dua tahun dengan penuh disiplin. Selain itu, ia juga kerap mengikuti
lomba yang diselenggarakan oleh berbagai universitas di Indonesia, baik secara
daring maupun luring.
Ketertarikan
Ahmad terhadap biologi sudah muncul sejak awal ia memasuki jenjang SMA. Biologi
menjadi bidang yang ia prioritaskan, baik dari segi teori maupun penerapannya.
Ia meyakini bahwa biologi bukan sekadar mata pelajaran, melainkan bidang ilmu
yang menarik untuk dipelajari secara mendalam karena rasa ingin tahunya yang
tinggi.
Sikap konsisten
yang dimiliki Ahmad terbentuk dari berbagai pengalaman yang ia lalui, sehingga
membentuk karakter yang disiplin dan mental yang kuat. Ia mengakui bahwa tantangan
terbesar dalam menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) adalah
menjaga konsistensi nilai rapor. Oleh karena itu, Ahmad harus mampu membagi
waktu antara belajar dan beristirahat demi mencapai tujuannya.
Ahmad juga
pernah mengalami kegagalan saat memperoleh nilai ujian biologi di bawah
rata-rata. Hal tersebut sempat membuatnya merasa sedih. Namun, dengan semangat
dan motivasi yang tinggi, ia berusaha memperbaiki diri dan belajar lebih giat
hingga akhirnya mampu meraih nilai yang lebih baik.
Fokus menjadi
kunci utama bagi Ahmad dalam menjaga kestabilan dan peningkatan nilai rapornya.
Menurutnya, konsistensi nilai dari semester ke semester sangat berpengaruh
dalam penilaian. Selain itu, ia juga melengkapi prestasinya dengan berbagai
sertifikat dari lomba olimpiade yang diikutinya.
Pada hari
Selasa, 31 Maret 2026, diumumkan hasil SNBP. Ahmad mengaku telah siap menerima
segala konsekuensi dari hasil tersebut karena ia telah melatih mentalnya.
Dengan doa dan harapan, akhirnya Ahmad dinyatakan lulus di Universitas Jenderal
Soedirman pada Fakultas Biologi, Program Studi Biologi (S1). Ia merasa sangat
lega dan bahagia karena berhasil melalui proses panjang tanpa tes dan diterima
di program studi yang telah lama diimpikannya.
Ahmad
membagikan strategi dalam memilih jurusan, yaitu menyesuaikan dengan minat dan
bakat serta mempertimbangkan kemampuan diri. Selain itu, ia juga menekankan
pentingnya melihat prospek ke depan dari jurusan yang dipilih.
Dalam hal
belajar, Ahmad menyarankan untuk memanfaatkan teknologi yang tersedia, seperti
ponsel, YouTube, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk
membantu memahami materi pelajaran.
Menurut Ahmad,
kesalahan yang sering dilakukan oleh adik kelas adalah terlalu santai di awal
dan baru belajar serius menjelang akhir. Padahal, jalur prestasi sangat
mempertimbangkan nilai rapor dari awal hingga akhir semester. Ia juga
mengingatkan agar tidak memilih jurusan hanya karena mengikuti teman, melainkan
harus berdasarkan minat dan kemampuan diri sendiri.
Penulis adalah Siswa Kelas XI SMA N 1 Lhokseumawe

0 Komentar